by

Sulsel Miliki Surplus Listrik 200 Mega Watt

Wartasulsel.net, – General Manager PLN Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar), Bambang Yusuf, mengungkapkan kondisi pasokan listrik di Sulsel cukup berlimpah. Bahkan, provinsi yang menjadi gerbang Kawasan Timur Indonesia (KTI) mengalami surplus listrik sebesar 200 Mega Watt atau MW.
Bambang memaparkan saat ini total daya listrik yang tersedia mencapai 1.300 MW. Jumlah itu jauh di atas cukup mengingat beban puncak di Sulsel hanya berkisar 1.050-1.100 MW. Melihat statistik itu, idealnya tidak ada lagi pemadaman bergilir di Sulsel, kecuali disebabkan faktor non-teknis, seperti kerusakan jaringan atau pemeliharaan rutin.
“Kondisi kelistrikan di Sulsel sangat bagus, bahkan tercatat ada surplus ya sekitar 200 MW,” kata Bambang, di Makassar.
Menurut Bambang, kondisi kelistrikan di Sulsel ke depan diproyeksikan akan jauh lebih baik. Toh, nantinya akan ada tambahan pasokan energi dari pembangkit listrik tenaga bayu atau PLTB di Sidrap dan Jeneponto, masing-masing 70 MW dan 60 MW. Khusus PLTB Sidrap, saat ini sudah masuk daya listrik sebesar 26 MW.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dalam pertemuan dengan pimpinan PLN Sulselrabar, menyatakan harapannya agar tarif listrik sedianya bisa ditekan. Pasalnya, listrik merupakan sudah kebutuhan dasar dari masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan.
“Listrik itu penting dan sangat strategis. Oleh karena itu PLN harus berpikir betul-betul untuk kepentingan rakyat, hadirnya untuk efektivitas dan efisiensi,” kata Gubernur Syahrul
Menurut dia, produk dan layanan kelistrikan sejatinya membuat rakyat semakin ringan dan nyaman, bukan malah terbebani. “Saya percaya PLTB itu lebih efisien. Saya percaya listrik bisa turun dari harga sekarang,” tutur Gubernur Sulsel dua periode tersebut.
Gubernur Syahrul mengimbuhkan pada awal masa kepemimpinannya, energi listrik Sulsel hanya berkisar 400 MW. Sulsel harus berjibaku untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Namun, berkat kerja keras dan sinergitas bersama PLN, kini pasokan listrik di provinsi ini sudah hampir mencapai 2.000 MW. (sb:wartaekonomi/red ws)