by

Kematian Terduga Teroris Di Indramayu : Wasekjen MUI Tantang Polri Ungkap Penyebabnya

WARTASULSEL.NET – Usai ditangkap atas keterlibatan kasus tindak pidana terorisme 7 februari kemarin, Muhammad Jefri alias Abu Umar (32 tahun) dikembalikan kepada keluarganya dalam kondisi sudah tak bernyawa sehari setelahnya. Hal ini menjadi tanda tanya besar di masyarakat tentang prosedural penanganan terduga terorisme di tubuh Polri.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, KH. Tengku Zulkarnain angkat bicara dan ‘menantang’ Polri untuk mengungkap secara terbuka kematian tersebut.

“Kalau memang Muhammad Jefri ini mati karena serangan jantung, maka polisi wajib membuktikannya dengan autopsi dan transparan kepada keluarga dan masyarakat”, terangnya disadur dari panjimas.com (19/2).

Zulkarnain menyayangkan bahwa kasus kematian ini seolah-olah ditutupi dan terkesan janggal. Terlebih lagi setelah ada dugaan yang beredar di masyarakat terkait pemberian santunan yang jumlahnya hanya 40 juta rupiah kepada pihak keluarga terduga teroris serta melarang pihak keluarga untuk membuka kain kafan MJ sebelum dimakamkan.

Menurutnya, kasus serupa seperti Muhammad Jefri sudah terjadi berulang kali. “Kalau saya enggak salah sudah 123 orang terbunuh sebelum masuk pengadilan”, terangnya lagi.

Ulama yang lahir di kota Medan ini pun menilai bahwa kinerja Densus 88 dalam menangani seseorang yang dituduh sebagai teroris tidak profesional. “Seharusnya tugas Densus menangkap, memproses verbal dan dibawa ke pengadilan untuk dibuktikan. Kalau baru tersangka kemudian mati, di dunia manapun enggak diterima. Kalau di negara demokrasi enggak bisa seperti ini”, tambahnya.

Atas sejumlah tindakan yang menyebabkan hilangnya nyawa anak bangsa Indonesia, Tengku Zulkarnain merasa keberatan dengan cara kerja Densus 88. “Tidak peduli dengan nyawa manusia. Belum tentu dia itu teroris, kalau teroris buktikan, bawa ke pengadilan”, lanjutnya.

Tengku Zulkarnain juga meminta untuk memanggil tim yang independen guna melakukan penyelidikan dan autopsi untuk mengungkap kematian Muhammad Jefri usai ditangkap Densus 88.

“Kita panggil tim independen kalau perlu dari luar negeri atau dari Indonesia diawasi dengan Muhammadiyah, NU, ormas-ormas Islam, dan Majelis Ulama Indonesia”, tegasnya. (redws)