by

Di Balik Manfaat Kelapa Bagi Penderita Diabetes

WARTASULSEL.NET, – Diabetes merupakan penyakit yang banyak diderita masyarakat kaum urban yang notabene memiliki gaya hidup tak sehat khususnya dalam asupan makanan. Salah satu timbulnya diderita oleh seseorang akibat dari mengkonsumsi nasi yang diketahui sebagai makanan pokoknya orang Indonesia, karena pengolahan saat memasaknya yang salah.

Dalam suatu diskusi kesehatan mengenai diabetes, Kepala Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolisme, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan drg. Dyan Erti Mustikawati, MPH, mengungkapkan  jumlah penderita diabetes di lndonesia terus menunjukan tren peningkatan dari tahun ke tahun, untuk itu pola hidup sehat diharapkan mulai menjadi fokus perhatian masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat Indonesia harus bisa mengendalikan penyakit diabetes sedini mungkin, dengan mejalankan gaya hidup sehat diantaranya rutin mengkonsumsi banyak sayur dan buah, membiasakan olah raga dan tidak merokok yang merupakan kebiasaan baik dalam pencegahan Diabetes Melitus,’ terang drg. Dyah.

Lebih jauh drg. Dyah, menjelaskan permasalahan di Indonesia saat ini meningkatnya penyakit tidak menular, yakni kardiovaskuler, kanker dan diabetes. Penyakit ini menjadi pembunuh yang cukup tinggi. Sekitar 60 persen kematian terjadi  akibat dari penyakit tersebut.

“Diabetes 40 persen penyumbang strok. Jika diabetes tidak segera diobati akan mengakibatkan penyakit berkelanjutan bahkan bisa menyebabkan kematian dini. Penyakit tersebut bisa dicegah dengan faktor resiko bersama. Kurang aktivitas fisik, konsumsi serat yg tidak cukup, merokok atau terpapar asap rokok juga menjadi posisi berisiko. Program cerdik pilar upaya promotif dan preventif untuk mencegah pencegahan dini,” jelas drg. Dyah.

Sementara itu dokter Ahli Gizi Klinis dr. Cindiawaty Josito, MARS, MS, SpGK, mengatakan berbicara factor keturunan terhadap penyakit Diabetes terkait dengan factor keturunan. Nyatanya, saat ini orang yang mengidap penyakit diabetes justru mereka yang tidak memiliki historis keturunan.

“Orang berpikir tidak ada keturunan tidak akan mengidap diabetes, padahal tidak tentu. Ada faktor kebiasaan aktifitas terjadinya . Banyak makanan yg mengandung gula atau karbohidrat yang cepat penyerapannya yang dikonsumsi. Diabetes memiliki penyakit yang mengikuti bisa cepat timbul jika makanan tidak dijaga dan aktifitas fisik yang mesti dilakukan,” ujar dr. Cindy.

Dia menambahkan, untuk mengurangi risiko penyakit diabetes, diperlukan adanya keseimbangan antara nutrisi makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap harinya.

“Kunci dari pencegahan dan penanganan penyakit diabetes tipe 2 adalah dengan menggunakan bahan pangan dengan indeks glikemik rendah karena mengurangi kecepatan naiknya gula darah, sehingga memberikan waktu pada sel tubuh untuk memprosesnya,” ujar dr. Cindy.

Tepung Kelapa Hadir Sebagai Solusi

Menjawab solusi dalam kasus diabetes, Kepala Pengembangan Layanan Analisis Pangan, institut Pertanian Bogor Dr. Didah Nur Faridah, mengungkapkan  IPB secara rutin melakukan penelitian terhadap produk pangan yang dapat bermanfaat dalam mendukung kesehatan masyarakat, salah satunya pengembangan produk pangan yang memiliki serat tinggi dan indeks glikemik rendah bagi penderita diabetes.

“Dalam mengembangkan nutrisi makanan dan minuman untuk mencegah dan menangani diabetes, kami melakukan penelitian dari produk yang sudah ada maupun pengembangan produk baru. Bisa dari sumber bahan pangan yang baru yang tidak biasa, atau melakukan modifikasi dari pangan yang ada dengan penambahan atau pemrosesan yang berbeda,” papar dr. Didah.

Menanggapi keterangan dr. Didah, Deputy Director Corporate Business Development PT Kalbe Farma Tbk, FX Widiyatmo, menuturkan PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui brand H2 Health and Happiness meluncurkan produk baru yaitu H2 Tepung Kelapa yang merupakan salah satu altematif untuk menoegah penyakit diabetes. Produk H2 Tepung Kelapa ini juga dapat meniadi salah satu pilihan bagi para penderita diabetes.

Di bulan Desember 2017, Kalbe bekerjasama dengan IPB melakukan penelitian terhadap tepung kelapa untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat, bahwasanya Tepung Kelapa memiliki manfaat yang sangat besar dalam menurunkan Indeks Glikemik dalam nasi.

“Brand menjadi tanggug jawab moral bagaimana caranya brand ini janjinya terbukti (saat menawarkan produk). Penyakit itu banyak datang karena faktor gaya hidup, untuk itu perlu melakukan perubahan gaya hidup salah satunya dengan memperbaiki konsumsi makanan yang sehat salah satunya dengan mengkonsumsi tepung kelapa, yang diketahui menurunkan glikemiknya,” imbuh Widi.

Lebih jauh, Widi, menerangkan Kalbe melalui produk H2 Health and Happiness terus berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satunya dalam penanganan penyakit diabetes.

“Kami mencoba untuk memenuhi solusi gaya hidup sehat yang dibutuhkan dalam mencegah dan menangani penyakit diabetes melalui bahan pangan tepung kelapa, dimana salah satu penerapan yang bisa dilakukan sehari-hari adaiah mencampurkan H2 Tepung Kelapa dengan beras putih pada saat memasak,” lanjut Widi.

Menurutnya dan dikuatkan oleh dr. Didah, penambahan H2 Tepung Kelapa dengan takaran 25% pada beras putih saat memasak (47 g tepung keiapa pada 185 g beras putih atau setara dengan 6-7 sdm tepung kelapa pada 1 cup beras putih). dapat menurunkan Indeks Glikemik makanan tersebut menjadi 49 (kategori rendah) dari yang sebelumnya sebesar 89 (kategori tinggi) untuk nasi putih.

“Dengan mencampurkan H2 Tepung Kelapa saat memasak nasi putih, nasi putih menjadi iebih ramah bagi penderita diabetes. Dari rasa, hasil pencampuran H2 Tepung Kelapa akan berubah sedikit. Nasi akan terasa lebih gurih jika dibandingkan dengan nasi yang dimasak tanpa H2 Tepung Kelapa, terutama baunya yang lebih wangi karena ada rasa kelapanya,”tambah Widi.

Widi, mengungkapkan untuk produk H2 Tepung Kelapa pastinya bisa dipakai untuk  masakan yang beragam. Misalnya, bisa menggantikan tepung. Bisa juga dicampur dengan daging. Namun, dia menekankan agar diusakan proses pembuatan makan jangan terlalu panjang, karena akan merusak kandungan mineral yang terkandung dalam makanan.

“H2 Tepung Kelapa kami adalah yang berbentuk pots dengan berat 250gram. Dikemas seperti ini, agar semua orang mudah membawa kemana-mana dan simple serta higienis. Untuk harga H2 tepung kelapa sekitar 50 ribuan,” ungkapnya.

Widi, menambahkan dalam produk-produk Kalbe yang mengusung H2 Health and Happiness mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih memperhatikan gaya hidup dirinya sendiri dan anggota keluarganya, karena gaya hidup memiliki peran utama dalam menentukan taraf  kesehatan masing-masing individu.

“Perlu diketahui, kesehatan individu tidak hanya bergantung pada asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi, tapi juga gaya hidup secara keseluruhan. Hal ini terwujud dari konsep FENUS (Food, Evercise, Nutraceuticals, dan Stress Reduction) dari H2 Health and Happiness yang memperhatikan makanan, olah raga, suplementasi, dan manajemen stress untuk mendapatkan kesehatan dan kebahagiaan secara menyeluruh,” tandas Widi.(wartakesehatan/red ws)