by

Sekretaris DPW Perisai Sulsel : Jangan Diskriminatif Terhadap Ormas

WARTASULSEL.NET, – Dewan Pimpinan Wilayah PERISAI Pertahanan Ideologi Sarekat Islam Sulawesi Selatan angkat bicara, protes keras terhadap pernyataan Kapolri Tito Karnavian yang menginstruksikan ke jajaran Polres dan Polsek untuk hanya bekerjasama dengan dua ormas Islam saja yaitu NU dan Muhammadiyah serta melabelkan ormas lainnya sebagai perontok NKRI. Pernyataan ini bersumber dari beredarnya video viral liputan berita dari Inews TV di media sosial dan chat messenger seperti whatsaApp dan Facebook.(3/2/2018)

Setelah beredar pernyataan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Bapak Jendral Tito Karnavian karena dianggap oleh beberapa Ormas telah mencederai persatuan dan kesatuan sesuai dengan Landasan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta mengganggu kerukunan umat beragama, khususnya umat islam yang ada di Indonesia dan terkesan ingin menghilangkan catatan sejarah perjuangan para pendahulu negeri ini.

Apakah Kapolri tidak tau bahwa ormas ormas Islam sebelum kemerdekaan ini sudah banyak terbentuk seperti Syarikat Dagang Islam (SDI) pada tahun 1905, kemudian berubah menjadi ormas Sarekat Islam (SI) pada tahun 1911, ada juga Al-Irsyad yang berdiri tahun 1914, ada juga Persatuan Islam (Persis) yang berdiri tahun 1923, dan masih banyak ormas lainnya baik yang terbentuk sebelum kemerdekaan maupun sesudah kemerdekaan,” lanjut kamil.

Pernyataan ormas ormas selain NU dan Muhammadiyah sebagai perontok NKRI merupakan pernyataan ngeri-ngeri sedap dan memecah belah persatuan Bangsa dan Negara karena pernyataan tersebut dapat digunakan sebagai dalil para jajarannya dibawah untuk mengadu domba antar dua ormas tersebut dengan ormas lainnya. Justru dengan pernyataan tersebut akan merepotkan Polri dalam menjaga keamanan negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini diskriminatif, ungkap kamil.

Perisai sebagai pertahanan ideologi sarekat islam adalah bahagian dari sejarah penting rentetan perjalanan berkehidupan bangsa Indonesia, Kapolri harus paham itu, bukan malah menganggap ormas islam selain NU dan Muhammadiyah sebagai perontok NKRI, kami protes akan hal itu” ujarnya yang juga Kamil Idris selaku Sekertaris DPW PERISAI sulsel.

Diakhir wawancara, beliau menekankan bentuk protesnya, dan kami DPW PERISAI Sulsel akan mengintruksikan DPC PERISAI di 24 kabupaten/kota untuk siaga satu. Kami tidak akan tinggal diam. Rapatkan barisan (samasamaki)”.
Atas kejadian ini, kami menghimbau agar kapolri menyatakan permohonan maaf secara terbuka dan masyarakat tidak mudah terprovokasi untuk menjaga keutuhan NKRI, PERISAI Sulsel sampai hari ini jelas mendukung pula pernyataan sikap DPP PERISAI”. Tutupnya

Sebelumnya diketahui bahwa DPP PERISAI dalam rilis menegaskan pernyataan sikap, antara lain :

1) Copot Tito Karnavian yang telah mencederai sejarah perjuangan terhadap ormas selain Nu dan Muhammadiyah.

2) Menuntut Tito Karnavian segera meminta maaf atas pernyataan yang disebutkannya.

3) Akan menindak lanjuti pernyataan Tito sampai ke Presiden Republik Indonesia.

Diketahui bahwa sampai berita ini diterbitkan, desakan protes masih memanas dibeberapa wilayah di Indonesia. (Fandy/red ws)