by

Berkas Sudah P21, Satpol PP Tersangka Penganiayaan Belum Diserahkan ke Kejari Bone

Makassar, WARTASULSEL. NET, – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone telah menyatakan berkas perkara kasus pemukulan Andi Takdir difabel daksa kinetik oleh tersangka oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bone telah lengkap alias P21.

Dengan lengkapnya berkas perkara pengeroyokan tersebut, pihak Kejari Bone menunggu kesiapan penyidik Polres Bone untuk menyerahkan tiga tersangka beserta barang bukti. Tiga tersangka yakni Andi Baharuddin (Kabid Trantib Satpol PP), Andi Saharifuddin (Kasi Pengawasan Penegakan Perda), Andi Ahmad Aminuddin (tenaga honorer Satpol PP)

“Sudah kita nyatakan lengkap P21. Untuk tahap dua masih menunggu penyerahan dari penyidik,” kata Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Bone, Adnan Hamzah dikonfirmasi wartawan, Rabu, 31 Januari 2018.

Kendati belum bisa memastikan kapan penyerahan tersangka dan barang bukti itu dilakukan, pihaknya kata dia, akan berkoordinasi terlebih dulu dengan penyidik Polres Bone, terkait jadwal tepat penyerahan tersebut dilakukan.

“Nanti saya koordinasikan dengan penyidiknya dulu untuk mengatur jadwal penyerahannya,” tegas Andan.

Sementara Kepala Satuan Resor Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bone, AKP Hardjoko mengatakan berkas perkara kasus persekusi yang dilakukan oknum Satpol PP sudah dinyatakan lengkap alias P21 oleh Kejaksaan.

“Akan segera kami lakukan tahap dua, untuk waktunya akan saya koordinasikan dengan jaksanya,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam waktu dekat ini penyidik bakal menyerahkan sepenuhnya berkas perkara tahap dua, tersangka dan barang bukti ke Kejari Bone, sebelum akhirnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) untuk disidangkan.

Menurut pendamping hukum Andi Takdir, Ridwan, kejelasan soal kasus tersebut itu ada, setelah menjalani proses yang cukup panjang. Pihaknya pun, telah berkoodinasi dengan penyidik Polres Bone terkait proses prapenyerahan berkas tahap dua, para tersangka dan barang buktinya.

“Saya sudah koordinasi tadi sama penyidiknya kalau permintaan dari Kejaksaan semua sudah dipenuhi,” jelas pendamping hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar ini.

Penganiayaan kepada Andi Takdir yang juga Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bone terjadi di areal air mancur lapangan Merdeka, Watampone, Kabupaten Bone, pada 23 Desember 2017 lalu.

Kemudian Polres Bone menetapkan tiga pelaku penganiayaan dan diancam Pasal 170 ayat 2 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman 7 tahun penjara.(*)

News Feed