by

Gubernur Kunjungi Perpustakaan Wilayah Sulsel

WARTASULSEL.NET, MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulsel atau lebih dikenal dengan Perpustakaan Wilayah Sulsel di Jalan Sultan Alauddin, Selasa (16/1).

SYL mengecek pelayanan dan juga koleksi buku-buku perpustakaan milik pemerintah yang berlokasi di depan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) dan perbatasan Makassar – Gowa ini.

“Buku-buku ilmu politik dan pemerintahan bagaimana, ada jie yang baru?” tanya SYL pada pegawai bertugas.

Ia berjalan menelusuri rak-rak buku yang ada dan memeriksa langsung. Dia juga menanyakan layanan yang diberikan kepada pengunjung yang kebanyakan adalah mahasiswa dari universitas dekat perpustakaan seperti UIN dan Unismuh.

Ketika sampai di salah satu meja, SYL terkejut mendapati seorang pengunjung sedang membaca koleksi buku karya gubernur dua periode ini. Salah satunya, berjudul “Don’t Look Back”.

“Kenapa kau baca ini?” katanya sambil tersenyum dan mengambil buku.

Bukan hanya sampai di situ, gubernur yang telah menulis 13 judul buku ini mengunjungi pojok bermain anak yang disediakan perpustakaan tersebut.

Kepala UPT Layanan Perpustakaan Wilayah Sulsel Firman NM, mengatakan, kedatangan gubernur ini melihat layangan yang ada, serta pengembangan perpustakaan berbasis IT.

“Beliau menekankan hadirnya perpustakaan berbasis IT, dan hadirnya perpustakaan digital di Center Point of Indonesia (CPI) yang disampaikan kepada pengunjung,” sebut Firman.

Termasuk layanan WIFI yang ingin dioptimalkan. Untuk itu Firman menjelaskan perpustakaan ini akan menghadirkan jaringan internet yang kuat dan stabil. Perpustakaan ini juga melayani perpustakaan keliling untuk Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Maros.

Firman berharap, ke depan perpustakaan ini mampu menghadirkan dan mengadakan tidak hanya buku fisik saja, tetapi juga buku digital untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pemustaka buka hanya kepada pengunjung yang datang tetapi yang ada dimana saja yang membutuhkan buku eletronik (e-book).

“Teknologi semakin berkembang, ini tantangan untuk kita mengadakan buku digital,” pungkasnya. (*)