by

Menatap Prospek Pasar Modal Tahun Politik 2018 Dan 2019

WARTASULSEL.NET, – Tahun ini Indonesia akan menggelar pesta demokrasi terbesar sepanjang sejarah. Hal ini seiring dengan digelarnya 171 Pilkada yang terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Belum lagi, pada 2019 mendatang Indonesia pun akan kembali melakukan pemilihan umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden (Wapres). Kemungkinan, aura jelang pemilu Presiden dan Wapres sudah mulai terasa tahun ini. Malah, dampak dari pilkada dan pilpres akan mulai terasa pada semester kedua tahun 2018 ini.

Dengan demikian, tahun 2018 akan menjadi tahun yang penuh dengan peluang dan risiko bagi pasar (market).

Analis Recapital Securities Kiswoyo Adi Joe mengungkapkan apabila peluang setiap kali Indonesia mengadakan pemilu, entah itu pilkada atau pilpres, putaran uang di masyarakat akan bergerak lebih banyak daripada biasanya. Secara otomatis roda ekonomi akan berputar lebih cepat dari biasanya.

“Dengan putaran uang yang bergerak lebih banyak daripada biasanya ini juga akan membuat market/bursa saham kita bisa bergerak lebih tinggi lagi,” ujarnya, dalam riset yang diterima Warta Ekonomi di Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Dengan begitu, lanjut Kiswoyo, peluang yang terjadi adalah akan ada beberapa saham yang terkena efek positif secara langsung dari momen pilkada atau pilpres ini. Sebagian lainnya akan terkena efek positif tidak langsungnya juga.

“Semester 1 di tahun 2018 kami melihatnya sebagai masa paling aman untuk trading atau investasi di Bursa Saham Indonesia dibandingkan dengan semester 2 tahun 2018,” jelasnya.

Menurut Kiswoyo, hal tersebut terjadi karena akan ada banyak kegiatan yang luar biasa besar biayanya. Mulai dari pencetakan poster, spanduk, umbul-umbul, kaos seragam, bagi-bagi sembako, dan kegiatan lainnya. Oleh karena itu, uang akan banyak berputar di masyarakat bawah.

Selain itu, efek positif pada bursa saham Indonesia ada di saham konsumsi dan media yang akan terkena dampak positif secara langsung. Sementara saham perbankan sebagai penyokong kegiatan ekonomi juga akan terkena dampak tidak langsung.

Sementara itu, saham konsumsi yang menarik adalah UNVR, INDF, ICBP, dan ROTI. Saham media yang menarik adalah MNCN dan SCMA. Saham perbankan yang terlihat masih menarik adalah BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.

“Kami melihat peluang harga saham untuk naik di semester 1 tahun 2018 akan lebih tinggi dibandingkan dengan di semester 2 tahun 2018. Hal ini karena situasi pilkada yang dekat dengan pilpres akan membuat pilkada kali ini juga memiliki aroma pilpres. Sehingga kami menyarankan untuk membeli saham saham di semester 1 dan menjualnya ketika harganya sudah naik cukup tinggi sebelum semester 2 tahun 2018,” jelasnya.(wartaekonomi/red ws).