by

Pesan 7 Rabbi’ul Akhir 1439H : “NAPAS TERAKHIR”

WARTASULSEL. NET, – Belum lama ini kita dikagetkan oleh kabar meninggalnya seorang dokter di Bandara Narita, Tokyo, Jepang. Kabar yang beredar mengatakan bahwa beliau tampak sehat saat di Bandara walaupun di Indonesia pernah mengalami nyeri dada (chest pain). Saat akan naik pesawat (boarding) dicari-cari, ternyata sdh terbaring di toilet.

Dengan bantuan yang diberikan tidak bisa lagi tertolong. Itulah napas terakhir beliau yang waktunya tidak bisa lagi ditunda.

Manusia selalu bersyukur dengan umurnya yang panjang. Makanya setiap seseorang milad ada saja ucapan semoga panjang umur.

Padahal umur manusia berkurang setiap hari karena lama hidup di dunia sdh ditentukan. Sangat sering orang kaget mendengar kematian yang tiba-tiba.

Padahal kematian bisa datang setiap saat. Mereka yang beruntung hanyalah mereka yang beriman dan beramal saleh dalam setiap detik kehidupannya.

Allah mengingatkan bahwa manusia di bumi ini akan terus berganti. Tidak ada orang yang bertahan selamanya. Penyakit bisa saja sebagai pemicu tapi tidak sedikit juga orang yang berakhir hidupnya tanpa sakit.

Kalau toh ada upaya manusia untuk check-up dan menghindari penyakit dengan berbagai upaya, namun itu hanya untuk menjaga agar umur dengan tubuh yang sehat dapat digunakan secara maksimal dan bukan untuk terhindar dari kematian.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Nahnu qaddarnaa bainakumul mauta wamaa nahnu bimasbuuqiin (QS Al-Waaqi’ah 56:60). Artinya: Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah.

SIAPKAN DIRIMU KARENA NAPAS TERAKHIR AKAN TIBA PADA WAKTU YANG TELAH DITENTUKAN.(*)