by

Berdakwah Kepada Islam Bukan Kepada Kelompok

WARTASULSEL.NET, – Teman saya pernah bercerita bahwa dia di sering singgah shalat ashar di sebuah Mesjid kampus ternama di kota Makassar dan dia melihat di Mesjid tersebut banyak kelompok kajian yang mengadakan pembinaan untuk kelompoknya. Ada kelompok A, kelompok B,ada kelompok C, ada kelompok D dan ada kelompok E.

Masing – masing kelompok kajian tersebut mengambil tempat yang berbeda-beda di dalam satu Mesjid dan waktunya bersamaan yakni setelah ashar. Ada yang mengambil tempat di samping kanan pintu masuk,ada samping kiri ,ada yang dibagian tengah mesjid, ada yang di dekat mimbar.

Dan yang mengherankan bagi teman saya, kalau ada orang (terutama mahasiswa) masuk sholat di mesjid, kelompok kajian itu berlomba-lomba mengajaknya untuk bergabung di kelompok kajiannya masing – masing. “Seakan – akan orang yang masuk di mesjid tersebut perlu di selamatkan dari bahaya yang akan menimpahnya, padahal dia mau di ajak untuk bergabung di kelompoknya supaya kelihatan lebih hebat atau lebih waow “ ,kata teman saya.

Cerita ini menggambarkan kepada kita semua bahwa yang nampak dalam kajian kelompok tersebut adalah berdakwah kepada kelompoknya bukan kepada islam, kenapa tidak di adakan ta’lim bersama saja ? bukankah mereka semua dari kelompok islam dan mereka mengaku berjuang untuk islam ? lalu mengapa mereka seakan- akan membanggakan kelompoknya masing-masing? mereka berdakwah seakan –akan untuk memperkuat kelompoknya ? bukankah ini yang di cela oleh Allah SWT dan Rasul-Nya? .

“ Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar Ruum:32] “Bukan termasuk umatku siapa saja yang menyeru orang pada ‘ashabiyah ”HR Abu Dawud).

Syarifuddin Liwang, (Ketua Asosiasi Alumni Pondok Pesantren Se Indonesia/ ASPOPENI )
(*)