by

Proyek Break Water, Sesuai Prosedur Dan Tak Ada Pengerukan Baru Di Tamasaju

WARTASULSEL.NET, – Polemik yang beredar di beberapa media online terkait proyek ‘Break Water’ di Desa Tamasaju tentang adanya aktivitas pengerukan pasir laut yang kemudian dijadikan bahan material untuk timbunan, dibantah oleh pihak pelaksana. (3/12/2017).

Saat ditemui langsung oleh awak media wartasulsel di lokasi pengerjaan proyek Break Water, Dg. Gassing beri penjelasan bahwa tuduhan yang dilontarkan oleh media online sebelumnya itu tidaklah benar dan salah faham.

Lanjutnya, bahwa pasir laut yang telah dikeruk kemudian disimpan dipinggir laut, bertujuan sebagai penahan atau tanggul sementara dalam kondisi pengerjaan plat berjalan, terangnya

Akan tetapi diluar dugaan, setelah pengerjaan plat selesai dilaksanakan air laut mengalami pasang hingga mengikis hasil galian pasir tersebut, tegas Daeng Gassing.

Sambungnya lagi, kondisi inilah yang menjadi akar kesalahfahaman dari sebahagian warga masyarakat dengan menganggap pelaksana proyek telah melakukan pengerukan diluar hasil galian, padahal yang dikeruk adalah hasil galian pasir laut yang terkikis tersebut.

Ditempat terpisah, Ketua TP4D Kejaksaan Negeri Takalar ungkapkan bahwa sama sekali tidak benar ada penambangan pasir laut secara ilegal dan pengerukan baru diluar hasil galian pasir serta ini sesuai dengan yang disyaratkan dalam kontrak termasuk pengerjaan pembesian yang juga sudah sesuai dengan kontrak, pungkasnya.

Ditegaskan pula dan meminta kepada rekan-rekan media yang menyoroti pihak pelaksana secara negatif agar sebaiknya klarifikasi dan mencocokkannya dengan data-data yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan.

Imbuhnya lagi dalam menyorot bukan hanya berdasarkan asumsi saja yang belum tentu benar sebelum hal tersebut di upload pemberitaannya, agar hasil klarifikasinya bukan atas dasar penilai subyektif tetapi sesuai dengan fakta yang sebenarnya, tutupnya.(*)

Laporan : Anto
Editor : Desi ws
Photo : Antho