by

Hikmah Dibalik Pesan ‘Gizi Buruk’

WARTASULSEL.NET, – Kembali kita mendengar adanya penderita gizi buruk di wilayah lumbung pangan Sulawesi Selatan. Berita kali ini datang dari Desa Tamatto, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba. (Rabu 29/11/2017)

Komeng (17) yang ditinggal oleh ibunya sejak berumur 2 tahun tinggal berdua dengan ayahnya yang juga sakit-sakitan. Komeng mengalami masalah kesehatan bertahun-tahun dan akhirnya menjadi gizi buruk.

Naluri kemanusiaan kita tiba-tiba tergores membaca berita tersebut. Betapa ada di negeri ini orang yang mengalami penderitaan dan kelaparan yang berlarut-larut dan tidak tersentuh oleh pelayan masyarakat. Tentu banyak orang yang akan menyalahkan ibunya yang pergi bekerja di Malaysia.

Ada juga yang akan menyalahkan ayahnya atau keluarga dekatnya yang tidak membawa ke Poskedes atau Puskesmas. Hanya sedikit yang menyalahkan diri sendiri.

Allah telah mengingatkan kita semuanya tentang pentingnya memberi makan kepada orang miskin. Ada hak orang lain pada harta yang telah diberikan Allah kepada kita.

Kepedulian kepada orang miskin tentu akan lebih besar lagi apabila kita diberi amanah seperti menjadi camat, lurah/Kades, ketua RW/RT, atau kepala dusun.

Tugas kita adalah mengamati apakah ada orang yang tidak mendapatkan makanan yang cukup di hari itu.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Wamaa adraaka mal’aqabah….yatiiman dzaa maqrabah, au miskiinan dzaa matrabah (QS Al-Balad 90:12-16). Artinya: Dan tahukan kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (memberi makan) kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat atau orang miskin yang sangat fakir.

CARILAH DAN BERILAH MAKAN ORANG MISKIN DAN KELAPARAN
(*red ws).