by

Pesan 4 Rabbi’ul Awal 1439H : “BERPIKIR KRITIS”

WARTASULSEL.NET, – Salah satu ciri orang yang berpikir adalah sering bertanya atau memberi masukan atau komentar. Apa saja yang didengarnya atau dilihatnya pasti akan dikritisi.

Bahasa ilmiahnya disebut berpikir kritis. Pengalaman hidup di negara maju tanpaknya berpikir kritis menjadi perilaku umum di masyarakat.

Kebiasaan ini sangat membantu mereka untuk senang belajar atau mencari tahu sesuatu. Banyak orang yang menemukan hidayah dengan cara ini.

Di kampus tempat saya bekerja kadang saya menemukan teman yang sangat kritis dan saya melihat mereka cenderung belajar dan kemudian berubah.

Namun tidak jarang saya juga menemukan orang yang cenderung pasif. No comment. Mereka tenggelam dengan rutinitas dan merasa sudah baik.

Bahkan mereka tidak mau lagi dinasehati dan mudah tersinggung. Padahal tidak sedikit apa yang mereka lakukan itu hanyalah meniru apa yang telah dilakukan oleh orang-orang dahulu.

Allah telah menegaskan tentang pentingnya orang belajar dan beramal. Dua hal ini tidak boleh dipisahkan. Kisah Nabi Ibrahim bersama kaumnya yang dicantumkan Allah dalam Al-Qur’an menjadi pelajaran yang baik.

Saat Ibrahim bertanya kepada mereka mengapa mereka menyembah berhala yang tidak mendengar atau memberi manfaat mereka berkata kami melihat orang tua kami dahulu mengerjakannya. Mereka tidak menggunakan akal sehatnya.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Qaala afaraaitummaa kuntum ta’buduun, antum wa abaaukumul aqdamuun (QS Asy-Syu’araa 26:75-76). Artinya: Dia (Ibrahim) berkata: “Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu tersahulu?

BELAJARLAH DAN BERAMALAH. SEMOGA PETUNJUK ALLAH DATANG KEPADA KITA SEMUANYA.(*Veni. H/red ws).