by

Ini Kebiasaan Yang Membuat Gigi Menderita

WARTASULSEL.NET, Kesehatan – Ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang ternyata dapat mengakibatkan sakit gigi, bahkan dalam jangka waktu yang panjang.

Contohnya menggosok gigi terlalu lama atau gemar mengonsumsi makanan yang masih panas. Ada baiknya kebiasaan ini mulai dikurangi agar tidak menimbulkan kerugian di masa yang akan datang.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan dari Alice Lee, DDS dari Department of Dentistry for Montefiore Health System dan Alison Newgard, DDS, dari Columbia University College of Dentistry tentang kegiatan harian yang dapat mengakibatkan gigi menderita seperti dikutip dari Health.com.

Mengandalkan media sosial
Di media sosial seringkali ditemukan info-info tentang kesehatan gigi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Tetapi karena pembacanya rata-rata orang awam, maka mereka cenderung percaya begitu saja. Info yang dimaksud antara lain memutihkan gigi dengan bahan kimia yang ternyata berbahaya atau merapikan gigi dengan karet gelang.

Dr Newgard mengingatkan untuk tidak pernah mempertimbangkannya sama sekali sebelum dikonsultasikan dengan dokter gigi.

Menolak di-scan
Sempat ada kekhawatiran jika scanning gigi dengan sinar X akan memicu risiko tumor otak. Namun American Cancer Society menegaskan, hal ini tidaklah berhubungan.

“Padahal sinar X itu penting mengingat tidak semua gangguan pada gigi dan mulut bisa diidentifikasi dengan pemeriksaan visual biasa, misal jika ada kista atau penyakit di dalam rahang,” terang Dr Lee.

Nekat menyimpan sikat gigi basah
Saat bepergian, kebersihan peralatan mandi seringkali diabaikan, termasuk saat menyimpan sikat gigi. Pastikan sikat gigi Anda kering dan bersih sebelum masuk ke dalam tas. Sesampainya di tujuan, segera keluarkan sikat gigi Anda untuk mencegah penumpukan bakteri.

“Sebab bakteri kan sukanya tinggal di lingkungan yang lembab,” pesan Dr Lee.

Multitasking saat menggosok gigi
Ada sebagian orang yang menyambi kegiatan menggosok giginya dengan mengecek Twitter maupun akun media sosial maupun memeriksa email pekerjaan.

“Saya lebih memilih jika pasien fokus di depan cermin, dan memastikan seluruh permukaan giginya terjangkau oleh sikat. Hal ini tentu lebih bisa dilakukan jika perhatian Anda tidak bercabang,” ungkap Dr Newgard.

Terlalu ‘bersemangat’ membersihkan sikat gigi
Sikat gigi yang dibiarkan terbuka di dekat wastafel konon akan ‘dihinggapi’ puluhan bakteri kotor. Namun Center for Disease Control and Prevention tak pernah menemukan kasus di mana seseorang jatuh sakit karena sikat giginya sendiri.

Jadi sikat gigi tak perlu dibersihkan secara ekstrim, misal dengan diberi desinfektan. Cukup dialiri air bersih, angin-anginkan sampai kering, namun pastikan agar sikat gigi Anda tidak bersentuhan dengan sikat gigi orang lain.(kutipan:wartakesehatan/red ws).