by

Pemerhati Politik Tuding DPRD Takalar Yang Tak Setuju Rolling, Ini Bentuk Penjegalan Program SK-HD

Photo : KAHAR (bupati LIRA Takalar) sekaligus Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Takalar

 

WARTASULSEL.NET, – Program 22 SK-HD Bupati & Wakil Bupati Terpilih segera akan di bahas oleh DPRD Takalar, beberapa hari yang lalu tubuh DPRD Sudah melaksanakan Rolling komisi yang hasilnya sdh di paripurnakan namun sebagian Fraksi tidak menerima diantaranya F-Demokrat, F-Golkar, yang sampe sekarang masih menggantung Pembahasan APBD Takalar.(17/11/2017).

Ryan Latief Gubernur LIRA Sulsel: “Rolling komisi dan alat kelengkapan dewan lainnya tersebut sudah sah karena dibahas melalui Rapat Komisi dan ditetapkan melalui rapat Paripurna berdasarkan tatib DPRD.

Lanjutnya maka sangat tidak elok dan sangat Kentara ketidak berpihakannya ke Masyarakat apabila ada Anggota DPRD menolak hasil Rolling komisi tersebut.

“Kewenangan penuh ada pada eksekutif, legislatif ketika program itu membawa manfaat untuk masyarakat dan itu pro ke masyarakat seharusnya legislatif menyetujui, tegasnya.

Ryan Latief, Pemerhati Politik sekaligus Gubernur LIRA Sulsel

Kalau saling jegal menjegal saya rasa tidak elok dipertontonkan oleh legisatif mereka harusnya mendukung dan melakukan monitoring agar tepat guna, harusnya legislatif berpikir untuk kepentingan rakyat Takalar.

Kompetisi pilkada sudah selesai dan masyarakat juga bisa melakukan pengawasan langsung terhadap setiap program yang dilaksanakan oleh Bupati dan Wakil bupati Takalar Terpilih, ada ormas dan LSM sekarang era transparan siapa saja yg menyalahgunakan jabatan akan berhadapan dengan Hukum” (Ungkap Ryan Latif Pemerhati Politik skaligus aktifis LSM).

KAHAR Bupati LIRA Takalar sekaligus Sekretaris IMM Sulsel mengatakan “Lembaga legislatif harus bisa menjalankan peran, fungsi, dan kewenangannya dengan baik saat membahas berbagai hal bersama lembaga eksekutif, fungsi pengawasan dan penyeimbang (check and balance) dari lembaga legislatif adalah untuk memastikan bahwa lembaga eksekutif dalam melaksanakan konstitusi dengan baik dan tidak ada yang melanggar konstitusi.

Sambungnya, bukan saling jegal menunjukkan kekuasaan, yg akan rugi masyarakat sendiri, pertarungan pilkada sudah usai semua pihak harus berjiwa kesatria dan kembali Fokus demi kemajuan kabupaten Takalar. (*desi ws).