by

Media adalah Jendela, Mata, dan Hati Rakyat

WARTASULSEL.NET, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjadi keynote speaker pada acara Workshop Redaksi Trans 7 di Aula Professor Mattulada, Universitas Hasanuddin, Kamis pagi (16/11).

Workshop yang dilaksanakan Trans 7 bekerjasama dengan Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanuddin dan Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Unhas mengangkat tema “Building Relations with Journalist”.

SYL dalam pemaparannya sebagai pembicara utama menjelaskan terkait peranan penting media bagi masyarakat dan bangsa. Menurutnya, media berperan dalam menjaga keutuhan dan mendorong kemajuan rakyat Indonesia.

“Media menjadi sesuatu yang penting, media adalah jendela, mata dan hati rakyat,” kata Syahrul YL.

Menurutnya, media juga tidak boleh dimiliki oleh orang atau golongan tertentu, karena media adalah milik publik yang harus mewakili kepentingan publik.

Gubernur dua periode ini juga menambahkan bahwa media tidak boleh dibeli oleh pihak asing, sejatinya dimiliki oleh bangsa sendiri.

Selain itu, dia juga berharap agar konten yang dihadirkan media, melalui karya-karya jurnalistik atau program yang dihadirkan ke masyarakat tidak berkonten negatif atau memiliki unsur kekerasan.

“Berita yang dihadirkan jangan yang sadis-sadis, agar tidak menjadi sesuatu yang berbahaya dicontoh oleh generasi bangsa kita,” harapnya.

Dengan demikian, konten positif yang dihadirkan media dapat mencerdaskan bangsa. Untuk masyarakat Sulsel sendiri oleh SYL disebutkan akan tetap terjaga kecerdasan jenius lokal Sulsel ditengah masyarakat.

Yaitu Sipakalebbi (saling memuliakan), Sipakainga (saling mengingatkan), Sipapaccei (tolong menolong), Sipakatau (saling menghormati).

Workshop diikuti oleh 200 mahasiswa dari berbagai universitas di Sulsel.

Salah satu peserta Rifah Madjid dari UIN Alauddin, mengatakan, apa yang disampaikan SYL memompa motivasinya untuk terus berkarya dan berinovasi.

“Ini membuka pikiran anak muda untuk berinovasi, saya jadi lebih semangat untuk terus belajar jurnalistik,” sebutnya.

Workshop yang berlangsung selama dua hari ini, peserta diberikan materi terkait etika jurnalis televisi, naskah dan trik voice over, teknik kamera dan drone, teknik editing, serta praktek liputan.

Pemateri antara lain, Pimpinan Redaksi Trans 7 Titin Rosmari, Produser dan Koordiantor News Anchor Trans 7 Taufik Imansyah serta sejumlah pembaca berita Trans 7 Roland Lagonda, Lianita Ruchyat dan Benny Dermawan. (*red)