by

Soal CSR Tambang Pasir, Ini Saran FPG

WARTASULSEL.NET, – Maraknya pemberitaan soal Corporate Social Responsibility (CSR) dari penambang pasir laut di Galesong dan Sanrobone, Kabupaten Takalar, mendapat tanggapan dari ormas Forum Pemerhati Galesong (FPG).

Sekretaris Umum FPG, Jamaluddin Ago menyarankan, sebaiknya semua pihak duduk bersama menyamakan persepsi dan menyatukan komitmen dalam memperjuangkan CSR yang menjadi kewajiban perusahaan.

“Ayolah duduk bersama, satukan pendapat sehingga tidak ada yang saling mencurigai,” demikian Ust. JAgo.

Seperti diberitakan, CSR seakan menjadi rebutan antara FIK KSM pimpinan Nurlinda Taco dengan APDESI pimpinan Kades Batu-Batu, Wahyudin.

Ustadz JAgo menilai, keduanya sama-sama pejuang yang menolak tambang pasir tersebut.

Namun karena sudah berizin, maka tidak bisa lagi dihentikan.

Foto : Surat Ombudsman yang ditembuskan ke sekretariat FPG Pusat. 

“Maka kawan-kawan dari FIK KSM berjuang untuk memastikan CSR yang dijanjikan segera direalisasikan,” katanya.

Sementara, lanjutnya, teman-teman dari APDESI tampaknya keliru menilai gerakan FIK KSM.

Disangkanya, kata dia lagi, FIK KSM yang akan mengambil dana CSR itu. Padahal keduanya punya komitmen dan tujuan yang sama.

“Bagi saya tidak penting siapa yang kelola dana itu. Yang penting justru bagaimana agar dana itu segera cair untuk masyarakat,” tegasnya.

Jika sesuai aturan, dana CSR itu harus dikelola oleh kades, Ust. JAgo menyarankan sebaiknya FIK KSM ditunjuk sebagai pendamping untuk memastikan dana tersebut tepat sasaran.

Karena itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo harus tegas mengatur mekanisme penyaluran CSR.

Selain itu, ia juga meminta pihak terkait khususnya Kementerian Lingkungan Hidup Sulsel untuk terbuka kepada masyarakat.

“Kalau ada rapat, undanglah semua, FIK KSM, APDESI. Jangan satu pihak saja karena akan membuat pihak lain merasa diabaikan,” kuncinya.

Dalam catatan redaksi, FPG adalah ormas yang getol menolak tambang pasir. Bahkan sejak Maret lalu telah dilaporkan ke Ombudsman Sulsel.(*desi).