by

Menunggu Penjelasan dan Transparansi dari Adira Finance

WARTASULSEL.NET, – Perkenalkan saya Rudi Lie Jaya. Saya pemegang nomor kontrak 011617200546, Adira Mobil cabang Bogor Tajur 2. Saya di sini ingin melakukan pertanyaan terbuka. Dikarenakan email saya melalui Adira Finance tidak ditanggapi serius. Maka, saya meminta keadilan yang seadil-adilnya melalui media ini.

Saya sudah coba melakukan mediasi dan setelah saya email, saya ditanggapi oleh customer service Adira Bogor yang bernama Dwi. Memang saya berurusan dengan Dwi, dan di sini saya pun menjelaskan ke Dwi bahwa yang saya inginkan adalah:

1. Penjelasan harga mobil yang saya ambil. Kenapa saat saya mau melakukan pelunasan, harga mobil dari cicilan ke-4 sampai ke-7 sekarang ini, harga mobil masih di angka yang sama. Padahal setiap bulan saya bayar.

2. Kenapa di surat kontrak tidak dijelaskan bahwa angka Rp170.000.000 ini berasal dari mana, DP-nya berapa, dan angsuran per bulan berapa?

Saya pun sudah menanyakan ke showroom, yaitu Puncak Indah Motor. Namun pihak showroom mengatakan bahwa dia tidak mengetahui apapun tentang perhitungan ini. Saat itu pula saya bilang, bahwa saya sudah mengurus arsip, dan lain-lainnya di Adira Jakarta. Pihak showroom mengatakan sudah screenshot WhatsApp saya dan memberikan kepada Bapak Irwansyah selaku Kacab dari Adira Bogor, dan pihak Adira Bogor akan mengurus semuanya.

Hingga pada 9 November 2017, Bapak Yuri, selaku perwakilan dari Adira Bogor Tajur 2 menghubungi saya melalui WhatsApp. Pertama mengirimkan pesan WhatsApp, dan kemudian menggunakan WhatsApp call jam 18.21. Apakah ini wajar?

Saya pun menolak untuk berbicara. Karena sesuai permintaan saya, saya hanya mau berbicara melalui telepon kantor dari Adrira Bogor 2, dengan nomor telepon fix line byTelkom, agar bisa direcord dengan jelas melalui PABX kantor dan sistem kantor Adira.

Hingga pada akhirnya, tanggal 11 November 2017 jam 11.20, saya dihubungi oleh 081586355874/081586355873 dan mengaku atas nama Pak Yuri kembali. Saya bilang kepada Pak Yuri kalau saya tidak mau bicara jika dia menggunakan nomor pribadi ini. Dan beliau mengatakan itu bukan nomor pribadi, melainkan nomor telepon kantor (contact person).

Namun, ketika saya cek ke 021-54388888 Indosat call center, pihak Indosat mengatakan itu nomor atas nama PT. Adira, sedangkan Pak Yuri mengatakan itu nomor telepon kantor. Seharusnya, jika itu nomor kantor harusnya menggunakan nama PT. Adira Bogor 2. Sampai dengan surat pembaca ini saya muat, saya belum mendapatkan jawaban apapun mengenai hal ini.

Banyak sekali pertanyaan di dalam kepala saya kalau begini caranya. Kenapa Adira Bogor 2 khawatir sekali dengan transparansi yang saya ajukan? Kenapa Adira Bogor 2 khawatir sekali menggunakan nomor telepon fix line kantor ketika menghubungi customer? Apakah susah untuk menghubungi customer menggunakan fix line kantor? Apakah sebesar Adira, nomor telepon kantor untuk kepala cabang tidak dibuka? Sedangkan dari Adira Jakarta mengatakan kalau nomor telepon kepala cabang seharusnya bisa keluar masuk.

Bahkan, marketing Adira sendiri yang menangani saya mengirimkan WhatsApp kepada saya. Hanya saja WhatsApp-nya kurang mengenakan. Menjelaskan semuanya melalui WhatsApp dan mengatakan bahwa kejanggalan mobil saya hanya karena saya melakukan tukar tambah dari mobil A ke mobil B. Jadi, DP dan sebagainya diswitch menjadi mobil yang sekarang. Apa tidak manipulasi yang seperti ini?

Saya lampirkan semua bukti percakapan saya dengan pihak Adira dalam surat pembaca ini. Akhir kata, saya menuntut kejujuran dan transparansi di dalam Adira Finance. Bukan apa-apa, staf Adira sendiri yang mengatakan kalau terkadang ada marketing nakal yang bekerjasama dengan showroom untuk melakukan mark uptertentu. Dan yang saya bingung, kenapa tidak ada yang berani menjelaskan kepada saya melalui telepon kantor?

(Pengirim Rudi Lie Jaya, Bogor, Alamat lengkap ada pada redaksi)