by

Sebulan Sebelum Pelantikan, Syamsari Kitta Memulai Tanam Jagung Massal

WARTASULSEL.NET, Takalar – Gagasan untuk mewujudkan kawasan jagung bukanlah isapan jempol, buktinya, Syamsari Kitta (SK) bekerjasama dengan beberapa kelompok tani memulai penanaman jagung pada lahan kritis di kecamatan Mangarabombang seluas 200 hektar yang merupakan tahap pertama dari total 2899 ha lahan pertanian di Kecamatan Marbo, Takalar. (11/11/2017).

Kecamatan Mangarabombang (Marbo) adalah kecamatan kedua terbesar di Kabupaten Takalar dengan luas 100.50 km persegi atau sekitar 17.74% dari total luas Takalar.

Lahan lahan pertanian di Kecamatan ini adalah lahan pertanian tadah hujan sehingga lahannya hanya bisa ditanami padi sekali setahun, itupun tidak bisa maksimal karena dari total lahan pertanian seluas 2899 ha hanya bisa ditanami padi seluas 1810 ha atau 62 %, sisanya tidak bisa ditanami padi karena posisinya lebih tinggi.

Foto Suasana Syamsari Kitta (Bupati Takalar Terpilih) bersama Kelompok Tani dan warga sedang menanam jagung.

Dan pada musim kemarau jumlahnya lebih sedikit lagi, hanya sekitar 23% yang bisa ditanami oleh masyarakat karena tidak tersedianya air. Lahan tersebut terdiri dari 472 ha ditanami jagung dan hanya sekitar 200 ha ditanami tanaman selain jagung seperti ubi, bawang, cabe dan kacang-kacangan.

Melihat peluang lahan yang cukup luas ini, Syamsari Kitta bercita- cita menjadikan kecamatan ini sebagai kawasan jagung. Karena itu Syamsari Kitta telah merencanakan untuk membangun embung di beberapa tempat di kecamatan Mangarabombang.

“Jika 2899 ha ini kita bisa tanami jagung, dengan rata- rata produksi sekitar 10 ton per hektar, maka total produksi jagung akan mencapai sekitar 28000 ton lebih atau setara dengan 84 M untuk sekali panen, dengan asumsi harga jagung 3000 rupiah perkg. Itu ril akan meningkatkan pendapatan Masyarakat” tutup Syamsari Kitta. (*redaksi ws).