by

Pesan 20 Syafar 1439.H : “MAU MENIKAH”

WARTASULSEL.NET, – Ini cerita menarik dari seorang ustadz yang membina di pondok pesantren. Suatu hari dia mendapati seorang santri yang tertidur di pagi hari.

Ustadz ini berpikir jangan-jangan santri ini sakit. Sewaktu dibangunkan, santri ini terus berkata agak keras “Mau ka menikah Ustadz.”

Saat itu santri tersebut baru berumur 17 tahun, duduk di kelas dua Aliyah. Karena kesungguhannya akhirnya dia mendapat jodoh seorang santri dan selanjutnya hidup bahagia.

Menikah di usia dini, mendapat tantangan yang keras di masyarakat kita. Banyak yang mempertanyakan kesiapan suami istri dalam menghadapi biduk rumah tangga.

Apalagi ada yang tidak yakin dengan janji Allah akan rezeki bagi mereka yang menikah karena ingin menyelamatkan agamanya.

Sebagian juga menuduh menikah dini berbahaya karena organ reproduksi yang belum matang. Di lain pihak kita menutup mata dengan kasus perzinaan yang ada di sekitar kita.

Allah menutup pintu perzinaan dengan memudahkan pernikahan. Mereka yang sudah mampu baik fisik, mental, dan sosial diminta segera menikah. Kesiapan menikah kadang baru muncul setelah orang bekerja atau setelah sarjana.

Namun, ada yang sangat siap dan bertanggung jawab di umur muda. Mereka sangat dekat kepada Allah dan mereka sangat yakin dengan janji-Nya.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Wa ankihuu ayaamaa minkum washshaalihiina min ‘ibaadikum wa imaa ikum. Iyyakuunu fuqaraa yughnihimullaahu min fadhlihii. Wallaahu waasi’un ‘alim (QS An-Nuur 24:32). Artinya: Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang yang berada di bawahmu laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin maka Kami akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Ku. Dan Allah Mahaluas (pemberiannya) Maha Mengetahui.

MENIKAHLAH SAAT KEBUTUHAN ITU DATANG DAN BERDOALAH AGAR DIMUDAHKAN.(*Veni. H/red).