by

Bapenda Optimis Capai Target Tahun ini

WARTASULSEL.NET, MAKASSAR – Di tengah melesunya perekonomian nasional, Bapenda Sulsel terus berupaya untuk mengumpulkan pajak dari masyarakat.

Hingga September 2017 atau triwulan III Bapenda Sulsel yang mengelola 25 samsat induk di seluruh Sulsel berhasil mengumpulkan pajak kendaraan bermotor (PKB) mencapai Rp.767.375.947.063 atau mengalami pertumbuhan sebesar 2,66 persen dengan nilai Rp.19.861.210.604 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp.747.514.736.459. Hal ini disampaikan Kepala Bapenda Sulsel H. Tautoto TR, Sabtu (11/11) di ruang kerjanya.

Toto optimistis Bapenda Sulsel dapat memenuhi target PKB tahun ini yang mengalami penambahan sebesar Rp.50 miliar dari Rp.1.056.098.000.000 pada target APBD pokok menjadi Rp.1.106,098.000.000 pada APBD perubahan.

“Kami optimistis mencapai target PKB karena saat ini kita melakukan berbagai upaya untuk mencapainya antara lain, penertiban kendaraan yang belum membayar pajak, semua samsat membuka pelayanan di hari Sabtu, memudahkan pembayaran secara nontunai melalui ATM dan kartu debit via EDC, serta upaya lainnya,” kata Toto.

BACA JUGA Pemilik Kendaraan Diimbau Segera Bayar Pajak, Tak Ada Pemutihan Pajak Kendaraan di Sulsel

Mantan Plt Bupati Soppeng ini menambahkan, perolehan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) juga mengalami pertumbuhan sebesar 10,38 persen dengan nilai sebesar Rp.38.442.649.854. Pada triwulan III 2017 realisasinya sebesar Rp.408.848.067.306 sementara tahun lalu periode yang sama sebesar Rp.370.405.417.452.

Pajak air permukaan (PAP) pada triwulan III 2017 juga tumbuh dengan perolehan sebesar Rp.63.900.342.143 sedangkan pada tahun lalu periode yang sama sebesar Rp.55.224.539.937 atau mengalami kenaikan sebesar 15,71 persen dengan nilai mencapai Rp.8.675.802.206.

Perolehan pajak rokok juga mengalami pertumbuhan sebesar 15,36 persen. Tahun 2016 triwulan III sebesar Rp.275.316.163.477 sedangkan pada tahun 2017 triwulan IIII mencapai Rp.317.599.755.881.

Namun bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) mengalami penurunan. Hingga September 2017 perolehan BBNKB sebesar Rp.652.100.614.289 sementara periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp.710.992.702.141 atau mengalami penurunan 8,28 persen dengan nilai sebesar Rp.58.892.087.852.

Rendahnya perolehan BBNKB karena banyak masyarakat yang lebih memilih membeli kendaraan dari Jakarta dengan alasan pilihan model dan warna lebih banyak serta tidak inden (menunggu). Alasan lain harganya lebih murah karena dekat dengan pabrik dan tarif BBN di Jakarta lebih murah yakni hanya 10 persen sementara di Sulsel dikenakan tarif BBN 12,5 persen.

Penyebab lainnya yakni masyarakat lebih memilih menyimpan uangnya di tengah melesunya perekonomian nasional sehingga pembelian mobil baru menurun khususnya di Sulsel.

“Meski pencapaian BBNKB mengalami penurunan pada triwulan III ini, kami optimistis dapat memenuhi target yang dibebankan karena target BBNKB pada APBD perubahan ini mengalami pengurangan sebesar Rp 50 miliar dari Rp 1.037.912.000.000 menjadi Rp 987.912.000.000,” ujar mantan Plt Bupati Toraja Utara ini.

(Tsi-Dai-Rusli Humas Bapenda Sulsel)