by

Kepala Bapenda Minta Petugas Samsat Berikan Pelayanan Maksimal

WARTASULSEL.NET, PANGKEP – UPT Pendapatan Wilayah Pangkep menggelar sosialisasi pajak daerah di Hotel Celebes Pangkep, Kamis (11/9/2017). Kegiatan ini dihadiri Kepala Bapenda Sulsel H. Tautoto TR yang membuka sekaligus membawakan materi dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 100 warga Kabupaten Pangkep.

Sebelumnya Kepala Bapenda menanyai pelanggan samsat terkait kualitas pelayanan Samsat Pangkep.

Mantan Plt Bupati Soppeng ini membawakan materi tentang arti penting pajak dan layanan unggulan Samsat Sulsel. Saat sesi tanya jawab, masyarakat sangat antusias menanyakan tentang prosedur balik nama dan cara membayar pajak lima tahunan apakah dapat dibayarkan secara link (online) atau dapat dibayar di kantor samsat terdekat.

Mantan Plt Bupati Toraja Utara ini menjelaskan, proses balik nama kendaraan sebaiknya dilakukan agar identitas pemilik kendaraan berubah dari pemilik lama ke pemilik baru. Untuk proses balik nama kendaraan, harus menyiapkan KTP pemilik lama dan KTP pemilik baru. Pemilik baru kemudian membawa KTP tersebut ke samsat asal dengan membawa STNK dan BPKB asli dan mengisi formulir yang disediakan.

Sementara pajak lima tahunan harus dibayar di samsat asal dan tidak boleh dibayar di samsat lain termasuk melalui ATM karena membutuhkan proses registrasi dan identifikasi. Hal ini diutarakan Toto di depan peserta sosialisasi yang merupakan ASN Pangkep, Kejaksaan Pangkep, dealer, komunitas pemotor, serta masyarakat umum.

Dalam sosialisasi tersebut, Toto mengatakan, hingga September 2017 Bapenda Sulsel telah membagikan dana bagi hasil (DBH) ke Pemkab Pangkep sebesar Rp 34.196.604.040.

Dana bagi hasil tersebut berasal dari pajak yang dikumpulkan oleh Bapenda Sulsel yakni pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor. Sebanyak 30 persen PKB dan BBKB ini diberikan kepada kabupaten kota dan 70 persen diberikan kepada provinsi.

Sementara pajak rokok sebanyak 70 persen diberikan kepada kabupaten/kota sedangkan provinsi hanya menikmati 30 persen. Sementara pajak air permukaan hasilnya dibagi rata, 50 persen untuk provinsi dan 50 persen untuk kabupaten/kota.

Untuk meningkatkan pendapatan dan pelayanan kepaa pelanggan samsat, dijelaskan sejumlah layanan unggulan UPT Pendapatan Wilayah Pangkep yang bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Layanan unggulan tersebut yakni samsat link, gerai samsat, samsat drive thru, samsat keliling, samsat delivery, e-Samsat bekerja sama Bank Sulselbar hingga SMS info pajak kendaraan bermotor. Yang terbaru adalah pembayaran pajak nontunai menggunakan ATM dan kartu debit melalui mesin EDC.

“Lima jenis pajak yang dipungut Bapenda akan dikembalikan kepada masyarakat Pangkep melalui pembangunan infrastruktur dan pelayanan kesehatan atau pendidikan gratis, serta masih banyak lagi,” katanya.

Sebelum sosialisasi mantan Kepala BKD Provinsi Sulsel ini melakukan supervisi ke Samsat Pangkep diterima oleh Kepala UPTP Wilayah Pangkep Wahyuni Amir dan Kasi Pelayanan Achmad Ilham. Dalam supervisi tersebut Kepala bapenda meminta kepada petugas Samsat Pangkep agar meningkatkan pelayanan kepada pelanggan samsat dengan memberikan pelayanan maksimal.

“Petugas samsat harus memberikan pelayanan yang maksimal pada pelanggan samsat dengan memberikan pelayanan prima dan senyuman yang tulus. Dengan senyum, pelanggan akan merasa nyaman dan betah di samsat,” ujarnya.

Toto juga menekankan, petugas yang berada di front office atau di bagian pelayanan harus membiasakan diri memberikan senyum pada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapenda menyempatkan diri mewawancarai pelanggan samsat terkait kualitas pelayanan di Samsat Pangkep. Rata-rata pelanggan menjawab sudah puas dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas Samsat Pangkep.

(Tsi-Dai-Alim Humas Bapenda Sulsel)