by

Pesan 17 Muharram 1439 H : “Oh Petani”

WARTASULSEL.NET, – Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke lahan pertanian di salah satu desa di Sulawesi Selatan. Alhamdulillah bisa melihat langsung tanaman cabe, jagung, dan bawang yang ditanam petani. Kebun ini tetap hidup walaupun musim kemarau karena ada sungai yang mengalir dekat kebun.

Petani menyiramnya dari air sungai tersebut. Saat melihat cabe yang sudah mulai berwarna warni saya pikir wah ini pasti rezeki buat petani.

wartasulsel wartasulsel

Namun saya kaget saat mengetahui bahwa petani mulai malas menyiram saat ini karena harga cabe sangat rendah. Seharusnya 15 ribu sampai 25 ribu saat ini hanya 5 atau 6 ribu rupiah. Oh petani.

Kalau harga hasil pertanian rendah saat mau dipanen siapa yang salah? Mungkin ini bukan salah konsumen atau pedagang.

Yang jelas, petani ingin hasil keringatnya bisa dirasakan oleh anggota keluarganya. Sangat memprihatinkan bila tanaman yang akan dipanen ternyata hanya bisa membeli bibit dan pupuk utk penanaman berikutnya.

Kita tidak tahu apa hikmah dari semua ini. Satu yang membuat saya takjub yaitu para petani tidak melakukan demo. Bagi mereka itu adalah hal yang biasa.

Allah sangat menghargai pekerjaan para petani. Kerja keras mereka membuat kita makan dengan enak setiap hari. Semua bahan makanan dari makanan pokok sampai rempah yang mengenakkan makanan disiapkan oleh mereka.

Saya teringat pada beberapa teman dan keluarga saya yang saya kenal bapak mereka adalah petani. Saya yakin uang hasil keringat yang berberkahlah yang telah mengantar mereka menjadi orang-orang berhasil saat ini.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Ulama ika humul mu’minuuna haqqaa lahum darajaatun ‘indarabbihim wamaghfiratuw warizquun kariim (QS Al-Anfaal 8:6). Artinya: Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat yang tinggi di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.

HARGAILAH PETANI DAN BANGGALAH KALAU KITA LAHIR DARI KELUARGA PETANI.(Prof.Veni.h)

News Feed