by

Gubernur: Senator Perjuangkan Kepentingan Daerah

WARTASULSEL.NET, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menerima Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI dan Senator Sulawesi Selatan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, di Jalan Sungai Tangka, Jum’at pagi (6/10).

Di hadapan para Senator, Syahrul Yasin Limpo meminta agar tercipta sinergitas antara gubernur dan senator dalam memperjuangkan kepentingan daerah.

Dia juga menyampaikan ide dan gagasannya untuk kemajuan Indonesia umumnya dan Sulawesi Selatan khususnya.

Salah satunya terkait kemudahan nelayan kecil dalam menangkap ikan dengan memberikan fasilitas maupun kredit lunak.

SYL menjelaskan, ada ratusan juta ikan berada di Teluk Bone. Seharusnya potensi itu dijemput oleh kapal nelayan. Namun sayang, armada mereka terbatas untuk menangkap ikan.

Idenya, ada sebuah kapal besar (kapal induk) dengan tonase 300 sampai 400 ton yang bisa memandu hingga 40 kapal nelayan dengan dilengkapi GPS menuju spot-spot yang memiliki banyak ikan.

Kapal induk tesebut juga dilengkapi koperasi, bank hingga cold storage untuk menampung hasil tangkapan nelayan agar tetap segar.

Dengan fasilitas lengkap, kapal nelayan yang menangkap ikan bisa berada di laut hingga tiga minggu. Jika ada yang dibutuhkan, nelayan tinggal membeli di kapal induk.

“Tapi sayang ternyata itu dilarang. Namun saya berharap suatu saat dapat terwujud,” ungkap Gubernur.

Syahrul Yasin Limpo juga menjelaskan jika saat ini, Sulsel fokus pada bidang maritim. Segala potensi laut yang bisa dikembangkan, akan dimaksimalkan. Contohnya rumput laut.

“Kami sekarang menanam rumput laut pada bentangan 680 km. Uang yang dipakai pemerintah tidak cukup, yang lain perlu menstimulan. Kami hanya beli bibit Rp100 miliar, hasilnya Rp4,3 triliun dalam setahun,” sebutnya.

Senator DPD RI asal Sulawesi Selatan Iqbal Parewangi menyatakan apa yang dilakukan dan disampaikan oleh SYL patut diapresiasi.

Wakil Ketua DPD RI lainnya Letjen TNI (Marinir) Purn Nono Sampono sepakat dengan SYL bahwa sektor maritim harus menjadi perhatian serius karena selama ini belum optimal.

“Pendapatan domestik bruto kita dari laut masih 20 persen. Jepang 55 persen, sedangkan China yang yang dominan daratan 48,8 persen,” sebutnya. (redaksi)