by

Jadi Kota Tujuan, Urbanisasi Meningkat

WARTASULSEL.NET, – PAREPARE, Sebagai salah satu Kota yang ada di Sulawesi Selatan yang dulunya hanya sebagai kota transit, kini oleh banyak orang dijadikan sebagai kota tujuan, tidak hanya bagi para pencari ilmu, tapi juga untuk para pencari kerja yang melihat peluang di Kota Parepare.

Kota yang berpenduduk 137ribu jiwa ini mulai dilirik oleh banyak orang untuk datang dan mencoba peruntungan dalam mengadu nasib.

Kepala BPS Parepare Guruh Wahyu menjelaskan berkembangnya Kota Parepare sebagai daerah tujuan menyebabkan adanya urbanisasi dari kabupaten sekitar yang menjadikan parepare sebagai tujuan untuk mencari kerja.

Guruh Wahyu juga menjelaskan Berdasarkan teori pengangguran, kota yang berkembang pesat ditandai dengan tingginya pertumbuhan ekonomi, dan cenderung angka pengangguran naik.

“Ibarat ada gula ada semut, pencari kerja dari luar berdatangan untuk mencoba peruntungan di kota,” Jelas Wahyu.

Tidak hanya di Kota Parepare, dijelaskan Guruh tingginya angka pengangguran juga terjadi di dua kota yakni Kota Makassar dan Kota Palopo yang angka pengangguran terbuka berkisar 7-12%,” Jelas Guruh Wahyu.

Guruh Wahyu juga menambahkan angka penganguran yang mencapai 8,48% (2015) hanya bisa menggambarkan pencapaiaan sampai semester 1 2015 ( survei sakernas/ pengangguran oleh BPS di bulan agustus 2015) belum bisa menggambarkan kondisi terkini 2017.

Guruh Wahyu menambahkan angka penganguran yang mencapai 8,48% (2015) hanya bisa menggambarkan pencapaiaan sampai semester satu 2015 ( survei sakernas/ pengangguran oleh BPS di bulan agustus 2015) belum bisa menggambarkan kondisi terkini 2017.

“Pengangguran yang mencapai 8,48% pada tahun 2015 hanya bisa menggambarkan pencapaian pada semester satu, tidak bisa dijadikan gamabran pada kondisi terkini,” ungkap Wahyu.

Guruh juga menambahkan, Angka pengangguran 8,48%, kalaupun dikatakan tinggi masih punya nilai positif dari sisi supply demand UPAH tenaga kerja. Ini mengartikan bahwa pencari kerja kita masih menahan diri bekerja disektor informal dengan upah rendah, karna melihat peluang diserap sektor formal dengan upah tinggi, masih cukup besar.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare, H Anwar Saad saat ditemui menjelaskan para pencari kerja yang datang untuk mengurus administrasi sampai pada bulan September tahun 2017 ini mencapai lebih dari 780 orang.

“Sampai pada bulan September ini pencari kerja yang datang mengurus kartu kuning lebih dari 780 orang, itu untuk sector formal, sedangkan jumlah pekerja di sector non formal mencapai 7200 orang,” Jelasnya.

Berkembangnya perekonomian di Kota Parepare dijelaskan Anwar Saad berpengaruh pada meningkatnya pencari kerja dan tentunya berbanding dengan terbuka luasnya sector usaha.

“Bisa kita liat sekarang, sangat banyak kantor pembiayaan dan lembaga perbankan yang buka di Parepare yang juga tentunya akan menyerap tenaga lagi tenaga kerja,” Tambah Anwar Saad.