by

Dengan Hasil Survei Poltracking NH-Aziz Unggul Tidak Banyak

WARTASULSEL.NET, – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, HAM Nurdin Halid-AzizQahhar Mudzakkar (NH-Aziz), boleh saja bersenang hati dengan hasil survei Poltracking yang dirilis pada Minggu (24/9/2017). Tetapi, keunggulan itu dinilai belum masuk kategori luar biasa merunut besarnya kekuatan politik yang ada di belakang pasangan ini.

Pengamat politik Sulawesi Selatan, Jayadi Nas, menilai, keunggulan yang ditorehkan pasangan nasionalis-religius ini idealnya jauh di atas apa yang dipaparkan survei Poltracking. “Alasannya jelas. Di belakang NH-Aziz saat ini ada kekuatan politik besar. Ada Partai Golkar, PPP, dan juga Nasdem. Belum lagi jika ditambahkan aspek ketokohan dua sosok ini yang tidak terbantahkan,” kata akademisi Unhas ini, kemarin (Minggu, 24/9/2017).

Di mata Jayadi, tidak ada alasan sedikipun bagi NH-Aziz, tim relawan serta partai pendukung untuk bergembira berlebihan dengan hasil tersebut.

“Andai saja Golkar dan PPP sudah bekerja maksimal, maka hasilnya tentu bisa jauh di atas itu. Hasil itu (survei Poltracking, red) bisa jadi dominan masih kontribusi kerja-kerja politik personal yang dilakukan oleh NH dan Aziz sendiri,” sebut mantan Ketua KPU Sulawesi Selatan ini.

Golkar dengan kekuatan infrastruktur partai saat ini boleh dikata menguasai lebih dari separuh kekuatan birokrasi di Sulawesi Selatan. Belum lagi jejaring partai ini dianggap paling solid dan mapan untuk menjalankan misi pemenangan kontestasi politik. 10 Bupati berbendera Golkar juga bukan kekuatan yang boleh dianggap remeh. Lihat juga, partai ada 18 kursinya di DPRD Provinsi dari total 85 kursi.

“Kalau semua kekuatan ini bekerja full, ini kekuatan maha-dahsyat. Tapi dengan hasil survei Poltracking hanya mengunggulkan tipis NH-Aziz, tidak salah saya menilai mesin ini belum optimal,” kata Jayadi lagi.

Jayadi mengaku, kontribusi para kepala daerah Golkar sudah terbukti saat Syahrul-Agus memenangkan periode keduanya. Kontribusi serupa harus bisa dimanfaatkan oleh NH-Aziz di 8 bulan tersisa masa kerja jelang pemilihan.

“Sekarang, PR besar NH-Aziz sederhana. Mampukah mendorong mesin besar itu untuk berkontribusi lebih optimal. Apalagi, kesyukuran bagi NH-Aziz setelah Nasdem juga turut bergabung. Kalau bisa, maka inilah yang menjadi penentu utama kemenangan pasangan ini,” sambungnya.

Elektabilitas NH-Aziz, menurut Poltracking, unggul dibanding kandidat lain dengan persentase 19,79%. Tren elektabilitas figur NH juga tertinggi dengan lonjakan 8 poin. (gz)