by

Capaian Bidang Pertanian Positif, Tidak Perlu Aksi Politisasi Petani

WARTASULSEL.NET, – Petani merupakan salah satu profesi mulia yang menjadi lini terdepan bagi ketersediaan pangan. Kebijakan pemerintah terkait pertanian sudah mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Berbagai capaian positif di bidang pertanian tersebut dibuktikan dengan fakta-fakta peningkatan produksi hasil pertanian dalam tiga tahun terakhir ini.

Capaian positif tersebut antara lain produksi Gabah Kering Giling (GKG) tahun 2015 mencapai 75,55 juta ton, meningkat 4,66 % dibandingkan tahun 2014 sebesar 70, 85 juta. Tahun 2016 produksi mencapai 79,1 juta ton, tahun ini juga tercatat untuk pertama kalinya Indonesia berswasembada beras setelah 32 tahun.

Peningkatan produksi juga terjadi pada komoditi bawang merah dengan capain 1,29 juta ton meningkat sebesar 5,74 % dibandingkan tahun 2015 yang mencapai 1,22 juta. Sama halnya dengan bawang, untuk komoditi cabai produksi ditahun 2016 produksi mencapai 78.167 ton sedangkan kebutuhan 54.346 juta ton. Produksi jagungpun demikian, naik 4,2 juta ton atau 21,9 persen. Peningkatan produksi jagung ini setara Rp 13,2 triliun.

Pihak-pihak yang tidak puas dengan capiaan dan kebijakan pemerintah dalam bidang tetap ada. Hal ini terbukti dengan adanya rencana aksi peringatan hari tani nasional yang akan dilakukan pada tanggal 27 September 2017 nanti.

Aksi yang dilakukan oleh beberapa ormas yang mengusung  reformasi kedaulatan pangan dan energi, penyelesaian konflik tanah, kesejahteraan para petani rawan ini disusupi oleh partai politik yang ingin meraih massa demi kepentingan 2019.

Politisasi kaum petani sangat tidak etis, apalagi di tengah capaian kebijakan pertanian pemerintah yang positif. Isu-isu yang masih mentah dan tidak konseptual tersebut nampak hanya aksi euforia untuk tidak mengakui keberhasilan pemerintah. (Source : wartanasional.net)