by

Tere Liye Angkat Kaki Dari Industri Perbukuan, Jalan Sunyi Untuk Dunia Literasi

WARTASULSEL.NET, – Sejak tahun 1964, UNESCO yang menetapkan tanggal itu sebagai Hari Literasi Internasional. Namun, jalan literasi boleh dibilang masih sunyi di Indonesia.

 

Jangankan untuk mendongkrak minat baca masyarakat, kesejahteraan penulis masih jauh panggang dari api. Boro-boro mematok standar buku berkualitas, penulis buku bisa hidup layak pun butuh nyali tersendiri.

 

Dalam pekan yang sama dengan peringatan Hari Literasi Internasional pada tahun ini, jagat literasi Indonesia juga justru disentil oleh salah satu penulis produktif kekinian, Tere Liye.

 

Penulis yang pertama kali mengentak dunia perbukuan dengan novel Hafalan Shalat Delisa tersebut pada Selasa (5/9/2017) lalu lewat akun media sosialnya yang menyatakan menarik diri dari industri perbukuan.

 

Perhitungan pajak yang dikenakan kepada penulis jadi pangkal persoalan saat ini. Tere Liye seorang penulis yang hebat dalam dunia perbukuan.

 

(Sb:Kompascom/Red ws)