by

Kuliner Khas Toraja, Pa’piong

WARTASULSEL.NET, – Toraja banyak memiliki menu kuliner khas, salah satunya adalah Pa’piong. Pa’piong dulunya disajikan pada acara-acara penting atau upacara- upacara adat. Namun sekarang, pa’ piong telah disajikan secara awam oleh masyarakat Toraja.

 

Pa’piong adalah masakan khas Toraja yang terdiri atas daun miana (Coleus blumei) dicampur dengan daging babi, ayam kampung atau ikan mas. Daging di dalamnya tercerai berai dan bercampur dengan parutan kelapa yang menguning karena bumbu. Bumbu yang digunakan antara lain rajangan bawang merah dan bawang putih, garam, potongan jahe, dan batang serai untuk menghilangkan bau amis.

 

Foto : Bitalia Tangaran

Setelah dibungkus daun miana, pa’piong dimasukkan ke dalam batang bambu dan dibakar. Daun miana berwarna ungu dan rasanya agak pahit. Piong sendiri di Toraja berarti sejenis lemang. Salah satu keunikan pa’piong memang terletak pada cara pengolahannya yang menggunakan bambu. Pa’piong dimasak dalam ruas-ruas bambu dengan tungku tradisional dan arang.

 

Bambu sengaja didatangkan dari pelosok-pelosok kampung yang ada di Toraja. Satu ruas bambu yang berdiameter ± 10 cm ini bisa menjadi wadah bagi 8-10 bungkus pa’piong. Bambu berisi pa’piong kemudian dibakar 90 menit hingga seluruh bagian permukaan bambu gosong menghitam. Dengan sesekali tusukan pisau pada bambu dengan tujuan seluruh lemak cair segera keluar, sehingga diperoleh rasa daging yang kering, kesat dan gurih.

 

Rasa gurih daging berpadu dengan rasa asam-asam yang tercipta dari campuran bumbu daun miana (Coleus blumei). Penampilan daun miana ini mirip dengan lalapan popohan yang banyak dijumpai di daerah Jawa Barat, jika dimakan mentah-mentah akan terasa pahit. Pa’piong sendiri serupa dengan pepes yang dibungkus daun pisang dari penampilan luarnya. Perbedaannya, olahan cacahan daging dan jeroan babi atau ikan atau juga ayam ini dibakar diatas perapian kayu dalam wadah bambu.

 

Meski masakan ini aslinya berbahan dasar daging babi, namun bisa diganti dengan daging ayam, ikan ataupun daging sapi. (zoel)