by

Inilah Hasil Rapat Dengar Pendapat “Tambang Pasir Galesong-Sanrobone” Di Makassar

WARTASULSEL.NET, – Rapat dengar pendapat komisi A, D dengan Aliansi Masyarakat Tolak Tambang Pasir Laut Galesong – Sanrobone yang berlangsung siang tadi di Makassar hasilkan dua poin menurut Sri Rahmi.(13/7/2017)

 

Dalam hal ini ada 2 poin besar yang menjadi pokok bahasan dalam rapat tersebut menurut Ibu Sri Rahmi yang hadir dalam rapat tersebut, yaitu :

 

1. Tentang dokumen administrasi PT Yasmin sebagai penambang. Harus ditelusuri oleh komisi A legalitas & prosedurnya. Jika cacad hukum, harus diputus ijinnya.

 

Karena dari penyampaian eksekutif saling melempar dan buram. Propinsi melempar ke pemkab Takalar.

Dalam pengamatan sekilas saya, sepertinya ada yang agak aneh dari sekian banyak dokumen administrasi tersebut.

 

Komisi A harus menindaklanjuti dengan penelusuran dokumen perijinan.

 

2. Ada dampak penambangan pasir yang dirasakan oleh masyarakat. Harus ada solusi atas dampak tersebut.

Pengawasan eksekutif terhadap lokasi ijin penambangan harus dilakukan, jangan sampai hobi keluarkan ijin tambang tapi tak mampu mengawasi.

 

Dalam hal penambangan, pengawas harus memastikan ketebalan/lokasi penambangan harus sesuai dengan titik koordinat yang diberikan izin.

Eksekutif harus memperhatikan dampak lingkungan & ekonomi akibat penambangan.

 

RDP terakhir komisi D sudah merekomendasikan untuk penghentian penambangan tapi realita di lapangan penambangan tetap dilakukan.

 

Pada RDP inipun, kami kembali merekomendasikan untuk penghentian sementara proses penambangan di lokasi.

 

(red ws)