by

Khutbah Idul Fitri 1438 H : “Andaikan Ramadhan Bisa Berbicara”

WARTASULSEL.NET, – Semarak Idul Fitri 1438 Hijriah Tahun 2017, inilah Khutbah Idul Fitri yang menjelaskan pesan tersirat dari Ramadhan untuk membentuk pribadi menjadi fitri sepanjang masa.(25/6/2017)

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (×3)اللهُ اَكبَرْ (×3
اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ. اللهُ اَكْبَرْ (3×) اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ
اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral muslimin wal muslimat a’azzakumullah,
Pagi ini kita berkumpul disini,merapatkan jiwa dan raga,menadahkan hati untuk cucuran rahmat ilahi.
Pagi ini kita berkumpul di sini,bertakbir,membesarkan nama Allah,agar terpatri sampai ke relung hati bahwa hanya Allah yang maha besar,selainnya adalah kecil di hadapannya.
Permasalahan sebesar apapun,menjadi kecil di hadapan keagungan kekuasaannya
Musuh yang kuat,menjadi lemah di hadapan kekuatanNya yang tiada terbatas.
Mari bertakbir dengan jiwa,lisan dan raga kita
Allahu akbar,Allahu Akbar walillahil hamdu
Kita baru saja menyelesaikan ibadah puasa ibadah ramadhan dengan penuh hikmat dan kebersamaan,keadaan yang terasa nikmat di balut persatuan yang indah.

Bulan Ramadhan adalah bulan termulia,terhormat,teristimewa,pembawa berkah dan magfirah,bulan yang sangat di rindukan,bulan pilihan,bulan suci,bulan penuh rezeki,bulan bersejarah,bulan penuh kesabaran,bulan penuh perjuangan,bulan latihan (riyadha),bulan pendidikan (syahrul tarbiyah ),bulan sumber ilmu,sumber inspirasi,bulan di mana “ pintu neraka di tutup “, “ pintu surga di buka “ syetan – syetan di belenggu “ bulan penuh kemudahan,bulan di turunkan di dalamnya Al Qur’an,bulan di mana Rasulullah Saw dan para sahabatnya di menangkan dalam perang badar Al Qubra,bulan di angkatnya Rasulullah Saw d menjadi Nabi dan Rasul terakhir,bulan di turunkannya kitab suci para Nabi dan Rasul (suhuf,Zabur,Taurat,injil dan Al Qur’an ) bulan di dalamnya terdapat malam lailatul qadar (lebih baik dari pada seribu bulan,1000 bulan = 83 tahun + 4 bulan ) dan pada bulan Ramadhan Indonesia merdeka.

Allahu akbar,Allahu Akbar walillahil hamd
Bulan Ramadhan bagaikan suatu pertandingan/kompetisi,malam 1 – 10 Ramadhan sebagai babak pengisihan, malam 11 – 20 Ramadhan sebagai babak 8 besar dan 4 besar dan malam ke 21 -29/30 Ramadhan sebagai semifinal dan final. Awal Ramadhan banyak orang yang turut meramaikan mesjid,musallah,sanggar – sanggar dan tempat – tempat yang bisa dijadikan untuk shalat tarwih,tetapi setelah memasuki pertengahan ( 15 Ramadhan ke atas ) saf – saf di Mesjid semakin maju dan sepi dan yang paling lucu malam ke 21 ke atas posisi mesjid sebagai tempat sholat tarwih digantikan oleh mall,supermarket,pasar malam sebagai tempat belanja atau hanya sekedar jalan – jalan yang pada akhirnya mereka tidak lagi sholat baik yang wajib maupun yang sunnah. Ma’lum di akhir Ramadhan banyak godaan dengan diskon barang – barang untuk lebaran, padahal inti dari Ramadhan adalah 10 Malam terakhir (asyar awakhir ) karena di situ terdapat yang namanya malam Lailatul Qadar yang merupakan inti dari Ramadhan.

Allahu akbar,Allahu Akbar walillahil hamd
Bulan suci Ramadhan 1438 H / 2017 telah meninggalkan kita semua,baik orang – orang yang selalu merindukannya maupun orang – orang yang selama ini “ merasa terganggu dengan kehadiran Ramadhan “
Hadirin dan wal hadirat yang berbahagia
Andaikan bulan suci Ramadhan bisa berbicara, maka dia akan berkata sebelum pamit meninggalkan kita :
1. Wahai umat islam selama saya datang bertamu kepada kalian,kalian semua rela tidak makan dan minum di siang hari karena kalian takut dosa,tetapi apakah kalian rela dan siap untuk tidak memakan sesuatu yang di haramkan oleh Allah setelah saya tidak ada / di luar Ramadhan seperti memakan harta haram,hasil riba,hasil curian,penipuan,dan mengambil milik orang lain.bukankah Allah SWT melarang itu semua sepanjang hayat ? bukankah Allah SWT hanya menyuruh kita memakan yang halal dan tayyib, Dia berfirman : Ya ayyuhan nasu kuluu mimma fil ardhi halaalan thaiyiban,walaa tattabiu khutuwaati syaitani innahu lakum duwun mubin “ wahai sekalian manusia makanlah dari makanan yang hal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kalian mengikuti langkah – langkah syetan. Sesunggunya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu ( Surat Al Baqarah ayat 168 )

2. Wahai umat islam selama saya datang bertamu kepada kalian, tangan kalian jaga karena takut dosa dan merusak pahala puasamu,tetapi apakah kalian masih menjaga tanganmu untuk tidak melakukan pelanggaran setelah saya tidak ada / di luar Ramadhan seperti memukul,mengambil barang orang lain,membuat tanda tangan palsu,membuat SK Palsu,menandatangani proyek dan membuat dokumentasi palsu ,apakah kalian masih ingat dosa setelah saya tidak ada ? ingat pada hari kiamat tangan kalian akan berbicara,ia akan menceritan semua yang pernah dilakukannya di dunia,Allah SWT berfirman : al yauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim watukallimunaa aidihim tasyhadu arjuluhum biima kanuu yaksibun “ dan pada hari ini (setelah hari kiamat ) kami tutup mulut mereka (para manusia ),tangan mereka akan berkata kepada kami dan kaki mereka akan memberikan kesaksian terhadap apa yang dahulu kerjakan sewaktu di dunia ( Q.S Yasin ayat 65 )

3. Wahai umat islam selama saya datang bertamu kepada kalian,kaki kalian jaga untuk tidak di pakai ke tempat maksiat,kalian hanya memakai kakimu untuk berjalan ke mesjid,ke musallah,ke tempat kerja,ke majelis ilmu,menjenguk orang sakit,bersilaturahim,tetapi apakah kalian masih tetap istiqomah setelah saya tidak ada, di luar bulan Ramadhan ? jangan sampai kalian hanya rajin ketika saya ada ( hanya di bulan Ramadhan ),tetapi setelah itu kalian sudah berkhianat dengan amanahku,sudah berani melakukan dosa,berani melanggar aturan agama,menentang perintah Allah.

4. Wahai umat islam selama saya datang bertamu kepada kalian,kalian menjaga matamu untuk tidak melihat sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT,tetapi apakah kalian masih tetap menjaga matamu setelah saya tidak ada,di luar Ramadhan ? apakah kalian masih tetap menjaga matamu untuk tidak melihat film forno,mengintip orang mandi,mengintip aib dan rahasia orang lain di luar bulan Ramadhan. Ingat dan camkan dalam hati bahwa semua itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT sebagaimana Firmannya : walaa takfu maa laisa laka bihi ilmun, inna sam’a wal bashara wal fu’ada kullu ulaaika kana anhu mas’ula “ dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak ketahui karena sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati nurani semua itu akan di minta pertanggungjawabannya “ ( Q.S Al Isra (17 ) ayt 36 )

5. Wahai sekalian umat islam selama saya datang bertamu kepada kalian,kalian rajin berbagi dan mengunjungi panti-panti Asuhan,mengundang anak-anak Yatim dan kaum dhuafa untuk berbuka puasa bersama di rumah atau di kantormu bagi saya itu biasa saja yang luar biasa adalah kalian melakukan itu setelah saya tidak ada,kalian melakukannya di luar bulan suci Ramadhan,jangan sampai kalian rajin mengunjungi panti- panti asuhan di bulan Ramadhan,tetapi di luar bulan Ramadhan kalian hanya mengunji panti – panti pijat,wa nauzubillah min zalik.

6. Wahai umat islam selama saya datang bertamu kepada kalian,kalian sering mengatakan bahwa saya adalah bulan yang istimewa,namun perlakuanmu kepadaku tak luar biasa,ole-oleku nyaris tidak kau sentuh,Al Qur’an hanya di baca sekilas,kalah dengan update status smartphone dan tontonan, di bulan yang mulia ini shalatmu tidak lebih khusu, kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran ,tidak banyak kamu minta ampunan karen sibuk menumpuk harta demi THR dan belanja lebaran,malam dan siangmu tak banyak di pakai berbuat kebaikan,kalah dengan bisnis yang sedang panen saat ramadhan,tidak banyak pula kalian bersedekah karena khawatir tidak cukup untuk mudik dan liburan,aku akan pulang,namun aku seperti tamu yang tidak di harapkan sehingga sepertinya kalian tidak menyesal kalau saya meninggalkanmu padahal aku datang dengan kemulian seharusnya tidak pula dengan ke sia-siaan.

7. Wahai sekalian umat islam hari ini kalian merayakan hari raya idul fitri yang pada hakikatnya kalian merayakan hari kemenangan terhadap diri sendiri dan terhadap berbagai godaan syetan,jika yang demikian kalian sudah lakukan berarti kalian berhak mendapat gelar terhormat al faizin dan al ‘aidin,al faizin yang artinya sukses sebagai pemenang dari suatu pertarungan dahsyat sedangkan al ‘aidin artinya kembali kepada posisi semula seperti ketika baru keluar/lahir dari rahim ibu tidak ada dosa dan noda,oleh kakena itu sewajarnya bila hari raya idul fitri tahun ini kalian rayakan dengan sesederhana mungkin,jauh dari hura-hura,membuang jauh – jauh kemubazziran dan segala bentuk kemewahan serta menghindari hal – hal yang justru bisa menimbulkan kecemburuan –kecemburuan sosial.
Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illaLlahu Allahu akbar walillahil hamd…
Di penghujung khutbah ini, marilah sejenak kita menundukkan jiwa dan hati untuk menyampaikan doa-doa kita kepada Sang Maha mendengar, Allah Azza wa Jalla.
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسوله الأمين وعلى آله وصحبه والتابعين،
اللَّهُمَّ إِنَّا نَحْمَدُكَ بِأَنَّكَ أَهْلٌ أَنْ تُحْمَد وَنَشْكُرُكَ بِأَنَّكَ أَهْلٌ أَنْ تُشْكَر وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ فَإِنَّكَ أَنْتَ أَهْلُ الْمَجْدِ وَالثَّناَءِ ،
8. رَبَّناَ ظَلَمْناَ أَنْفُسَناَ ظُلْماً كَثِيْراَ وَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ فَاغْفِرْ لَناَ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْناَ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَحِيْم
Ya Allah, Engkaulah Tuhan yang menciptakan kami, Engkaulah satu-satuNya yang berhak untuk kami sembah…Hari ini kami datang mengetuk pintu ampunanMu. Hari ini kami hadir bersimpuh dengan peluh-peluh dosa yang melekat di tubuh kami yang lemah ini. Ya Allah, betapa kami sering lupa bahwa kehidupan dunia ini sangat singkat, hingga kami pun jatuh dan jatuh lagi dalam kedurhakaan terhadap perintahMu. Ya Allah, ampunilah kami, ampunilah kami, ampunilah kami. Ya Allah, jika Engkau menutup pintu ampunanMu yang agung, kepada siapa lagi kami harus mencari ampunan…

Ya Allah, ya Rabbana, dari bumi khatulistiwa ini, perkenankan doa kami untuk saudara-saudara muslim kami yang terjajah dan tertindas di berbagai belahan bumiMu. Ya Rabbana, berikan keteguhan dan kesabaran kepada saudara-saudara kami di Syiria, Mesir, Palestina, Irak, Myanmar dan di manapun mereka yang tertindas… Kerahkan bala tentaraMu di alam semesta ini untuk meluluhlantakkan para penindas mereka sehancur-hancurnya… Lindungilah kehormatan mereka… Jadikan mereka yang gugur sebagai syuhada’ yang selalu hidup di sisiMu… Segerakan pertolonganMu untuk mereka, Ya Rabbal ‘alamin…

Ya Allah, ya Rabbana, di sisa-sisa hidup kami ini, berikanlah kekuatan kepada kami untuk selalu berbakti dan menjadi anak yang shaleh untuk ayah-bunda kami. Jika mereka masih hidup, izinkanlah kami untuk berkhidmat dan melayani mereka dengan sebaik-baiknya di sisa-sisa usia mereka… Jika ayah-bunda kami telah tiada, maka izinkanlah kami untuk menjadi sisa-sisa kebaikan mereka yang terus-menerus menjadi ladang kebaikan penerang alam kubur mereka… Ya Allah, ampuni, ampuni, ampuni durhaka kami kepada ayah-bunda kami…

Ya Allah, ya Rabbana, berikan kami kekuatan dan kemampuan untuk menjadi orangtua yang terbaik untuk putra-putri kami… Hanya Engkau satu-satuNya yang dapat memberikan kekuatan untuk mendidik mereka dengan sebaik-baiknya… Ya Allah, jadikan anak-anak kami sebagai penyejuk hati kami, yang selalu mendoakan kami saat kami sendiri dalam kegelapan alam kubur… Ya Allah, karuniakan kepada kami anak-anak yang mencintai al-Qur’an dan Sunnah NabiMu…

Ya Allah, selamatkan negeri ini dari pemimpin-pemimpin yang zhalim… Selamatkan negeri ini dari kerakusan para koruptor yang tidak bertanggung jawab… Karuniakan untuk kami para pemimpin yang adil dan mencintai SyariatMu… Izinkan kami untuk menikmati indahnya negeri ini di bawah naungan SyariatMu yang Maha Adil…

Ya Allah, Zat Yang Maha Mengabulkan doa kabulkanlah doa kami, penuhilah permintaan kami, kamilah hamba-Mu yang lemah, harapan kami hanya kepadaMu, Engkau Maha Mendengar, Engkaulah Penguasa satu-satunya Yang Haq, Engkaulah sebaik-baik Pemberi yang diharap.

Oleh : Ustad. Syarifuddin Liwang, S.Pdi.,SS (Ketua Dewan Pengurus Posko Yatim Indonesia)
(Redaksi wartasulsel.net)