by

Inilah Penjelasan Tentang Zakat Fitrah Dan Ketentuannya

WARTASULSEL.NET, – Zakat fitrah/fitri adalah zakat diri yang diwajibkan atas jiwa setiap individu muslim dan muslimat yang berkemampuan dengan syarat – syarat yang telah ditetapkan. Zakat ini di sebut dengan istilah “zakat fitri” karena diwajibkan dengan masuknya hari berbuka dan rata – rata teks hadist menyebutkannya dengan sebutan zakat fitri. (21/6/2017)

Ia juga di sebut “zakat fitrah “ yang berarti penciptaan atau merujuk pada keadaan manusia saat baru diciptakan sebagaimana Firman Allah SWT “maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (islam ) sesuai dengan fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut fitrahnya….. “ ( Q.S Ar Rum ayat 30 ). Dengan mengeluarkan zakat fitrah manusia dengan izin Allah akan kembali menjadi fitrah, karena ia mampu membersihkan dan menyucikan jiwa serta mengembangkan amalnya.

Selain itu zakat fitrah untuk dirinya, keluarganya dan orang yang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki – laki maupun wanita ( H.R Bukhari ). Adapun syarat yang menyebabkan individu wajib membayar zakat fitrah adalah :

1. Individu yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pada hari raya
2. Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadhan dan hidup selepas terbenam matahari
3. Orang yang memeluk islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadhan dan masih tetap dalam islam.
4. Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari matahari pada akhir Ramadhan.

Besarnya zakat fitrah dikeluarkan menurut para ulama adalah sesuai penafsiran terhadap hadist, yakni sebesar satu sha’( 1 sha’= 4 mud,1 mud =675 gr ) atau setara dengan 3,5 liter (di indonesia dibulatkan 4 liter beras ) atau 3 kg makanan pokok (tepung,kurma,gandum,beras,aqith ) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan.

Zakat fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadhan,paling lambat sebelum orang – orang selesai menunaikan shalat idul fitri.jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat fitrah melainkan hanya sedekah biasa sebagaimana yang diinformasikan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi yang berpuasa dari perbuatan sia – sia dan rafast dan sebagai pemberian makan kepada orang miskin,barangsiapa yang mengeluarkan sebelum shalat maka hal itu merupakan zakat yang diterima dan barangsiapa mengeluarkannya sesudah sholat,maka hal itu merupakan sedekah biasa. ( H.R Abu Dawud ).

Penerima zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan/asnaf sebagaiman firman Allah SWT:sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang – orang fakir,orang miskin,amil zakat,orang – orang muallaf,untuk memerdekakan budak,untuk membebaskan orang yang berutang(garim),untuk jalan Allah (fisabilillah ) dan ibnu sabil(sedang dalam perjalanan ),sebagai kewajiban dari Allah,Allah maha mengetahu lagi Maha Penyayang ( Q.S At Taubah ayat 60).

Namun menurut beberapa ulama khusus zakat fitrah mesti didahulukan kepada yang fakir dan miskin bahkan ada yang mengatakan hanya untuk dua golongan tersebut tidak boleh yang lainnya.pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah/nilai zakat sangat ini sangat kecil sementara salah satu tujuan dikeluarkannya zakat fitrah adalah agar fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya dan saling berbagi sesama umat islam.sebagaimana sabda Rasulullah saw “telah mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadhan satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari syaair atas seorang hamba sahaya,seorang merdeka,laki- laki,wanita,anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin ( H.R Bukhari dan Muslim ).

Dalam riwayat yang lain dikatakan“cukupkanlah orang –orang miskin apa hari ini agar mereka tidak berkeliling(meminta – minta).

Oleh karena itu zakat fitrah merupakan bentuk pertolongan kepada umat islam,baik kaya maupun miskin sehingga mereka dapat berkonsentrasi penuh untuk beribadah kepada Allah Swt dan bersukacita dengan segala anugerah nikmatNya.
Oleh : Ustad Syarifuddin Liwang, S.Pdi.SS (Penulis dan Pengelola “Posko Yatim” Makassar).
(Red-Ws)