by

Aktivitas Sesar Aktif Di Zona Graben Palolo, Pemicu Gempa Di Poso

WARTASULSEL.NET, – Gempa tektonik M6,6 dengan kedalaman dangkal yang mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Senin malam (29/5) telah merusak puluhan bangunan rumah warga, tempat ibadah, dan gedung kantor.

 

Hingga Selasa siang (30/5) pukul 15.00 WIB aktivitas gempa susulan sudah terjadi sebanyak 82 kali dengan magnitudo yang bervariasi. Gempa susulan paling kuat terjadi dengan magnitudo M5,2 dan secara umum kekuatannya menurun secara fluktuatif. Gempa bumi susulan masih berpotensi terjadi namun dengan kekuatan yang terus mengecil.

 

Kondisi tektonik di wilayah Sulawesi Tengah sangat Kompleks. Khusus di zona Palu-Poso saja terdapat cukup banyak sebaran sesar aktif seperti: Sesar Palu-Koro, Sesar Sausu, Sesar Tokararu, Sesar Naik Malei, Sesar Poso Barat, dan Graben Palolo.

 

Ditinjau dari lokasi, kedalaman, dan mekanisme sumbernya, tampak bahwa gempabumi Poso saat ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di zona Graben Palolo. Hal ini didasarkan pada lokasi klaster gempabumi susulan (aftershocks) yang tersebar di sepanjang zona Graben Palolo.

 

Graben Palolo dicirikan dengan adanya gawir sesar dengan panjang mencapai 70 kilometer. Struktur graben ini membentuk Lembah Palolo dan Lembah Sopu di bagian tengah.

 

Jika kita memperhatikan peta seismisitas Sulawesi Tengah, tampak adanya klaster aktivitas gempa di sepanjang Graben Palolo. Ini cerminan bahwa Graben Palolo memang terdapat sesar aktif.

 

Sejarah gempa mencatat adanya beberapa aktivitas gempa signifikan di zona Graben Palolo dan sekitarnya. Pada tahun 1977 di zona ini pernah terjadi gempa dengan kekuatan M5,1. Tahun 1995 kembali terjadi gempa dengan kekuatan M5,9 yang mengakibatkan 26 orang luka-luka dan sebanyak115 rumah rusak.

 

Selanjutnya pada tahun 2005 gempa kembali terjadi dengan kekuatan M5,3 dan terakhir adalah gempa Palolo 2012 berkekuatan M6,2 yang menyebabkan 5 orang meninggal, 94 orang luka-luka, dan sebanyak 1.626 rumah rusak. (Daryono/RED WS)