by

Warga Galesong Temu PT. Gasing Sulawesi Bahas “Pengerukan Pasir Laut”

WARTASULSEL.NET, Takalar – Masih terkait gerakan aksi warga yang didampingi sejumlah lembaga dan ormas dalam menolak adanya kegiatan “Pengerukan Pasir Laut Di Perairan Galesong dan Sanrobone” yang mempertemukan puluhan warga dengan pihak perusahaan PT. Gasing Sulawesi salah satu perusahaan yang ikut melakukan penambangan.(18/5/2017)

Menyikapi persoalan penolakan tambang ini, pihak kepolisian resort Takalar sekitar 30 orang terlihat siaga di sekitaran Aula Kantor Kecamatan Galesong Utara yang menggelar acara temu dialog menyikapi aksi penolakan pengerukan atau tambang pasir laut di Galesong dan Sanrobone Kabupaten Takalar.

PT. Gasing Sulawesi merupakan salah satu perusahaan yang diduga telah melakukan pengerukan pasir laut di perairan Galesong dan Sanrobone temui langsung warga di aula kantor camat Galesong Utara, Takalar.

Pertemuan yang dihadiri Camat Galesong Utara, dan 5 orang Kepala Desa di Pesisir Galut (Galesong Utara) yakni Kades Aeng Towa, Sampulungan, Tamasaju, Tamalate, dan Bontosunggu.

Pertemuan ini dilakukan sebagai implementasi terkait keresahan nelayan Galesong akibat maraknya penambangan pasir laut di perairan yang selama ini mereka tempati menangkap ikan. Pengerukan pasir laut tersebut rencananya akan digunakan di proyek CPI dan New Port Makassar.

Para nelayan mengaku resah dengan adanya aktivitas penambangan pasir di perairan Galesong lantaran dapat mengakibatkan terganggunya mata pencaharian mereka dan memperburuk abrasi yang 3 tahun terakhir kian parah.

Dialog yang dilaksanakan hari pagi tadi hingga siang merupakan rangkaian dari aksi Pencegalan kapal Boskalis oleh Nelayan Galesong.

Rabu (17/5/2017) malam hingga Kamis (18/5/2017) dini hari, aksi yang dilakukan puluhan nelayan ini merupakan aksi lanjutan yang ke 3 ini berhasil memaksa awak kapal berbendera Singapura tersebut membawa kapal mereka ke pinggir pantai Galesong Utara. (red ws)