by

Potret Pilkada Jakarta, Kiblat Pilkada Serentak 2018

Wartasulsel.net, – Pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta yang menarik perhatian nasional telah memasuki putaran kedua, atmosfer persaingan yang meredup pasca putaran pertama kini mulai memanas lagi hal ini ditandai dengan kembali munculnya perang spanduk bernuansa provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan dan keberagaman.

 

Jakarta sebagai ibu kota dan menjadi kiblat pemerintahan seharusnya dapat Lebih memberikan contoh yang baik dalam berdemokrasi, dimana masyarakatnya yang seharusnya saling merangkul justru berubah menjadi saling mengancam hanya karena pertarungan Pilkada, berkali-kali pihak penyelenggara Pilkada dan pihak keamanan berupaya melakukan sosialisasi Pilkada damai.

 

Pilkada Aman tampak belum menyadarkan sepenuhnya masyarakat jakarta penting saling menghormati hak memilih kepala daerah.

 

Sah-sah saja membela bahkan mengidolakan salah satu pasangan calon dalam Pilkada namun harus dalam batas normal, karena apabila berlebihan dan bahkan menjurus ke arah Fanatik  dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan untuk melakukan provokasi.

 

Sebagian besar masyarakat Indonesia sebenarnya sudah lelah dan jenuh dengan persoalan Pilkada yang hanya mencari perbedaan saja tanpa memikirkan tujuan dari memilih kepala daerah yaitu kesejahteraan dan keamanan bermasyarakat.

 

Perbedaan Agama yang menjadi permasalahan dalam Pilkada DKI Jakarta semoga saja tidak tertular ke Pilkada yang akan bergulir di seluruh wilayah Indonesia pada Tahun 2018, masyarakat sudah Bosan dengan Isu SARA, ujaran Kebencian, mobilisasi massa yang mengatasnamakan Ormas/Agama yang terjadi selama pilkada karena hal inilah yang bisa menjadi bibit Radikalisme dan Perpecahan Persatuan dan Keberagaman.

 

“AGAMA ADALAH PENUNTUN MANUSIA KE ARAH YANG LEBIH BAIK BUKAN ALAT POLITIK UNTUK MEMECAH BELAH MANUSIA”

 

(redws)