by

Arab Saudi Butuh Indonesia, Ini Penjelasannya

Wartasulsel.net, – Bambang Soesatyo mengatakan pemerintah Arab Saudi membutuhkan Indonesia terkait terorisme. Hal itu dikatakan saat menanggapi pidato Raja Salman sewaktu memberikan pidato di Gedung DPR pada Jumat pekan lalu yang menekankan bahwa Arab Saudi lebih mengembangkan praktik Islam yang lebih moderat. Politikus Partai Golkar ini yang juga Ketua Komisi III DPR RI menilai kerjasama Indonesia-Arab Saudi dalam menyikat simpul-simpul radikalisme sudah berlangsung lama. Dan terkait terorisme sudah menjadi kesepakatan kedua negara Indonesia dan Arab Saudi.

Kerja sama Polri dengan Kepolisian Kerajaan Arab Saudi yang sepakat memerangi terorisme dan radikalisme. Dengan kesepakatan ini, Arab Saudi secara tidak langsung mengingatkan Indonesia tentang betapa seriusnya ancaman terorisme masa kini.

Kesepakatan pun langsung ditandatangani oleh Kapolri Jenderal, Tito Karnavian dan Kepala Kepolisian Kerajaan Arab Saudi, Usman al Mughrij di Istana Bogor, Rabu lalu (1/3/2017).

Sebelum kesepakatan itu, Raja Salman juga telah mengutus Usman al Mughrij, menemui Jenderal Tito di Jakarta. Keduanya membahas strategi menangkal potensi ancaman terorisme.

Dari pertemuan itu, lanjutnya bahwa Indonesia dan Arab Saudi sepakat memerangi kejahatan lintas negara. Prioritasnya adalah merespons terorisme masa kini. Seperti dikemukakan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Mohammad Abdullah Alshuaibi, yang terpenting adalah kesepakatan memerangi ISIS. Karena itu, Polri dan Kepolisian Kerajaan Arab Saudi merumuskan strategi memerangi terorisme dan pendanaannya,” pungkas politisi yang juga pengusaha tersebut.

Pilihan pemerintah Arab Saudi untuk menjadikan Polri sebagai mitra mencerminkan kepercayaan dan pengakuan akan kompetensi dan kualifikasi Polri memerangi terorisme itu sudah diyakininya.

Kesepakatan ini penting, karena Indonesia terus dibayangi ancaman terorisme. Sedangkan Arab Saudi juga pernah menjadi target serangan teroris, sebagaimana tercermin dari peristiwa tiga serangan bom bunuh diri pada bulan Juli 2016. Salah satunya terjadi di dekat Masjid Nabawi, Madinah.

(red/WS/WartaEko)