by

Pilkada Takalar: Tidak Kasar, Sadar Takalar, Takalar Harus Damai

Wartasulsel.net, – Pilkada serentak Tahun 2017 yang dilaksanakan pada 15 Februari 2017 di 101 Wilayah di Indonesia. 620 Paslon yang menjadi kontestan dalam pesta demokrasi 5 tahunan. Pilkada dilaksanakan secara Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil. Tetapi pasca pemilihan tetap saja menyisakan permasalahan terkait dugaan kecurangan yang dilakukan oleh pemenang sesuai dari hasil quick qount, Ada juga saling klaim sebagai pemenang sesuai hasil quick qount dari masing-masing paslon.(2/3/2017)

 
Hasil quick qount yang diterima atau didengar oleh masing-masing pendukung pasca penghitungan suara di TPS menjadi pemicu timbulnya keresahan bagi paslon, tim sukses, dan simpatisan karena terkadang data kurang akurat tetapi langsung di rilis ke publik sehingga dapat memancing adanya gerakan aksi dengan menurunkan massa pendukung melakukan kegiatan euforia kemenangan.

 
Untuk Pilkada serentak Tahun 2017 Sulsel, hanya 1 daerah yang melaksanakan yaitu di Kabupaten Takalar, sehingga warga Sulsel terfokus ke daerah yang dijuluki sebagai “Butta Panrranuangku”. 2 paslon yang menjadi kontestan di Pilkada tersebut membuat semakin ketatnya proses pesta demokrasi yang melibatkan paslon petahana dan paslon penantang petahana.

 
Dari hasil penghitungan suara sementara Pilkada di Takalar terdapat selisih suara yg sangat ketat, hanya berkisar 0-1 % walaupun belum ada hasil penghitungan resmi dari KPUD Takalar. Saling klaim kemenangan terjadi, melakukan euforia dimasing- masing basis suara dengan melibatkan para pendukung masing-masing paslon yang sangat rentan terjadinya gesekan antar massa.

 
Sebagai akhir dari tulisan ini, ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat Kab. Takalar bahwa Pilkada Kelar, Takalar Sadar, Tidak Kasar. Takalar harus Damai. Ini adalah politik, pesta demokrasi milik rakyat. Jaga nama baik “Butta Panrranuangku”

 

(red/GD)