by

PMII Sulsel : Minta FPI Dan HTI Di Bubarkan

Wartasulsel.net, Makassar – Setelah menggelar apel kebhinekaan dalam rangka menolak ormas radikal yang diikitu 400 kader dari 13 Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Sulsel, di Bulukumba maka kemarin 6/2/2017 Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sulsel kembali menurunkan kadernya di fly over dengan tuntutan bubarkan HTI dan FPI.

 

Ketua PKC PMII Sulsel, Muhammad Syarif Hidayatullah, menolak paham radikal atas nama agama serta makar. “Kami mendesak presiden RI, Menkumham, DPR RI, Kapolri, dan TNI untuk segera membubarkan FPI dan HTI karena mereka adalah Ormas yang menyebarkan kebencian atas nama agama,” katanya.

 

Syarif menuding, paham radikal yang diusung kedua ormas ini telah mengakibatkan terjadinya kekacauan di bumi pertiwi sehingga memecah belah keutuhan NKRI dan menganggu kebhinekaan yang bermuara pada konflik horizontal.

 

“Kami siap bekerjasama dengan pemerintah, TNI, dan POLRI untuk melucuti segala bentuk atribut FPI, HTI, serta Ormas yang anti Pancasila dan selalu menebar kebencian atas nama agama,” tegasnya.

 

Dijelaskan lagi PMII berkomitmen bahwa Kebhinekaan dan Pancasila adalah harga mati yang harus tetap dijadikan landasan dalam berbangsa dan bernegara dalam menjalankan roda pemerintahan di Negara Republik Indonesia.

 

Calon ketua umum pengurus besar PMII ini Mendesak kepada Presiden dan Kominfo untuk menutup situs Hoax dan menangkap para pelaku penyebar berita Hoax.

 

“PKC PMII Sulsel mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Sulsel agar tidak terprovokasi atas maraknya situs penyebar berita hoax,”, tegasnya

 

Ditambahkan lagi bahwa aksi ini sebagai wujud komitmen pihaknya dalam rangka menjaga keutuhan bangsa dan NKRI.

 

“Ini sebagai bentuk komitmen kita bersama khususnya kader PMII agar tidak terprovokasi dengan opini yang berkembang hari ini yang berbau sara apa lagi dengan munculnya beberapa Ormas yang selalu melakakukan kekerasan atas nama agama, dan anti pancasila, apapun ormasnya jika anti demokrasi apalagi anti pancasila maka itu adalah lawan PMII, “tegasnya.

 

Redaksi wartasulsel.net/beritasulsel